Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pembuka Rangkaian HJB ke-349 

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 00:30 WIB
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah mencoba menggulung satu roll ledre di Festival Ledre 2026. (ISTIMEWA)
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah mencoba menggulung satu roll ledre di Festival Ledre 2026. (ISTIMEWA)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Aroma pisang raja dan gula menyeruak dari tungku-tungku kecil di Desa/Kecamatan Purwosari, Kamis (8/10) malam. Sebanyak 56 perempuan produsen ledre sibuk menuangkan adonan, menggulung, hingga mengangkat yang matang. Mereka kompak membuat jajanan khas Bojonegoro itu dalam gelaran Festival Ledre perdana. 

Aksi pembuatan ledre massal tersebut menjadi salah satu daya tarik festival yang sekaligus membuka rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.

(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kecamatan Purwosari yang menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan potensi ledre. Dia berharap festival tersebut menjadi agenda tahunan.

“Festival ledre ini harus menjadi agenda tahunan,” ujarnya.

Menurut sosok asli Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander tersebut, Festival Ledre Bojonegoro tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga sarana menggerakkan ekonomi masyarakat. 

(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)

Pemkab Bojonegoro, lanjutnya, akan terus mendukung dan memfasilitasi inovasi produk ledre agar semakin dikenal luas.

Wabup juga menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi Bojonegoro pada semester I 2026. Pertumbuhan ekonomi dengan migas tercatat minus 3,72, sedangkan tanpa migas mencapai 6,62. Angka tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sektor ekonomi di luar migas.

Baca Juga: Bupati Bojonegoro Minta Hibah UEP untuk Modal Usaha

“Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi ditopang oleh berbagai sektor," terangnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Wabup meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro menyusun kalender festival secara terjadwal. Dengan 28 kecamatan, dia mengusulkan dua kecamatan menggelar festival setiap bulan melalui kolaborasi organisasi perangkat daerah (OPD).

“Jika disinergikan dengan semua OPD dan dijadwalkan dengan baik, ini akan menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh banyak masyarakat," ujarnya. 

Tidak sekadar menyaksikan, Wabup Nurul juga turut menjajal pembuatan ledre secara langsung dalam acara tersebut. Dia duduk, mengolah adonan di atas tungku, lalu mencicipi hasil buatannya. 

Sementara itu, Camat Purwosari, Ike Widyaningrum mengatakan, Festival Ledre Bojonegoro bukan sekadar seremoni. Melainkan, menjadi tonggak awal pengembangan industri UMKM lokal, khususnya di Purwosari yang menjadi sentra mayoritas produsen ledre.

"Ledre tidak hanya menjadi mata pencaharian masyarakat, tetapi bagian dari keunikan dan keunggulan daerah. Kami berharap ledre dapat menjadi salah satu identitas Kabupaten Bojonegoro," ujarnya.

Rangkaian festival telah dimulai sejak 5 Oktober melalui pelatihan wirausaha baru yang diikuti 22 peserta di Balai Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari. Pelatihan pembuatan ledre kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro tersebut berlangsung hingga Rabu (7/10). 

Kemudian, pada Rabu (7/10), kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan di SMKN Purwosari. Pelajar diajak mengenal potensi ledre sekaligus memahami pentingnya melestarikan jajanan tradisional tersebut. 

Baca Juga: Anang Ma'ruf, Barista Asal Desa/Kecamatan Purwosari: Sajikan Kopi Ledre, Usung Konsep Jajanan Tradisional

Ledre yang semula dikenal dengan cita rasa pisang original kini berkembang melalui berbagai inovasi, mulai varian rasa, ledre mini, hingga Ledre Sultan dengan kemasan premium. Ada pula kopi ledre yang berpotensi menjadi sajian khas Bojonegoro.

Ike berharap ledre semakin dikenal dan menjadi suguhan dalam berbagai kegiatan. Dia juga ingin semakin banyak generasi muda tertarik menggeluti usaha tersebut.

“Ke depan, kami berharap ledre makin eksis. Kami juga berharap, semakin banyak generasi muda menggeluti ledre,’’ harapnya. 

Selain pembuatan ledre masal. Puncak Festival Ledre Bojonegoro juga dimeriahkan oleh 40 bazar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kecamatan Purwosari. 

Dalam momen tersebut, Wabup Nurul Azizah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga me-launching Kampung Ledre. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
HJB ke-349 Festival Ledre Nurul Azizah bojonegoro purwosari