Kualitas Tembakau di Bojonegoro Menurun, Luas Tanam Melebihi Target

Dewi Safitri • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 07:00 WIB
MENJEMUR TEMBAKAU: Petani menjemur tembakau yang sudah dirajang. Komoditas ini menjadi salah satu unggulan produk pertanian Bojonegoro saat musim kemarau. (REZA FARHAN ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
MENJEMUR TEMBAKAU: Petani menjemur tembakau yang sudah dirajang. Komoditas ini menjadi salah satu unggulan produk pertanian Bojonegoro saat musim kemarau. (REZA FARHAN ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Luas tanam tembakau di Kabupaten Bojonegoro tahun ini melampaui target yang ditetapkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Hingga akhir September, realisasi luas tanam mencapai 16.282,56 hektare (ha). Sementara, target yang dipasang di 2026 ini sekitar 15.958,19 ha.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi mengatakan, capaian tersebut salah satunya dipengaruhi kondisi cuaca atau iklim yang mendukung kegiatan tanam. Sehingga, realisasi tanam tembakau bisa melampaui target yang ditetapkan tahun ini. Yakni, mencapai 16.282,56 ha.

“Yang utama ya cuaca atau iklim,” ujarnya.

Baca Juga: Kemarau Panjang Tekan Produksi Tembakau di Bojonegoro

Meski kemarau panjang dengan panas cukup ekstrem terjadi saat ini, namun, menurut Bambang sapaannya, tidak ada laporan gagal panen tembakau di Bojonegoro di musim tanam ini. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, terdapat laporan gagal panen karena dampak kemarau basah.

"Untuk musim tanam ini tidak ada laporan masuk ke dinas terkait gagal panen," terangnya.

Meski begitu, lanjutnya, kemarau panjang juga berdampak pada pertumbuhan tanaman tembakau yang tidak bisa maksimal. Sehingga, berpengaruh terhadap penurunan harga.

"Karena kemaraunya amat sangat, jadi pertumbuhan tidak bisa maksimal. Mungkin itu yang mempengaruhi turunnya harga," jelasnya.

Dia menyampaikan, bahwa adanya penurunan harga tembakau kemungkinan karena kualitas tembakau. Bukan karena pasokan yang melimpah akibat terlampauinya luasan target tanam.

"Selama mutu dan kualitas tembakau bagus, harga juga menyesuaikan," ujarnya. (ewi/msu)

Editor : Andhika Feriawan
pertanian tembakau tanaman tembakau gagal panen tembakau harga tembakau