Pertumbuhan Tembakau Bojonegoro Tak Maksimal

Dewi Safitri • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:20 WIB
TIDAK MAKSIMAL : Tanaman tembakau yang ada di Bojonegoro. (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
TIDAK MAKSIMAL : Tanaman tembakau yang ada di Bojonegoro. (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tanaman tembakau di Bojonegoro masih bertahan di tengah kemarau panjang. Hingga kini, belum ada laporan tanaman tembakau mati akibat kekeringan. Namun, kondisi panas ekstrem dan durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya membuat pertumbuhannya tidak maksimal.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Bambang Wahyudi, mengatakan hingga kemarin (26/8) belum menerima laporan adanya tanaman tembakau yang mati akibat kemarau.

Meski demikian, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang dan di atas rata-rata tersebut membuat pertumbuhan tanaman tembakau terhambat.

“Sampai hari ini, kami belum ada informasi tanaman tembakau yang mati. Akan tetapi, dengan kemarau yang seperti ini, panjang dan di atas rerata, mungkin hanya mengakibatkan pertumbuhan tanaman tembakau agak terhambat,” terangnya.

Baca Juga: Luas Tanam Tembakau Belum Capai Target, Luasan Masih Bisa Bertambah dan Sebagian Petani Mulai Panen

Terpisah, Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bojonegoro, Kiswanto, mengatakan kemarau panjang berdampak terhadap pertumbuhan tanaman tembakau. Kondisi tersebut turut memengaruhi penghasilan petani karena hasil panen tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya ketika pertumbuhan tembakau lebih maksimal.

“Dampaknya tidak maksimal pertumbuhan tembakau,” ujarnya.

Kiswanto menjelaskan, perkembangan tanaman tembakau di Bojonegoro saat ini sudah memasuki masa panen. Tanaman yang ditanam pada awal musim tanam sudah hampir selesai dipanen. Sementara itu, tembakau yang ditanam pada pertengahan Juni mulai memasuki masa panen.

“Kalau tanam awal sudah mau habis. Tanam pertengahan bulan enam, sudah mulai panen, petikan ketiga,” jelasnya. (ewi/zim)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
pertumbuhan tembakau apti dkpp bojonegoro tembakau