RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir Pasar Sido Makmur Blora diproyeksikan mencapai Rp 3,6 miliar pada 2026. Kini, area parkir pasar diperluas untuk optimalisasi pemasukan.
Kepala Dindagkop-UKM Blora Kiswoyo mengatakan, proyeksi pendapatan tersebut dihitung berdasarkan asumsi penerimaan sekitar Rp 10 juta per hari atau sekitar Rp 300 juta setiap bulan.
‘’Penataan area parkir juga berkaitan dengan optimalisasi aset sekaligus menggali potensi PAD,” ujarnya.
Menurut Kiswoyo, pelebaran lahan parkir merupakan bagian dari penataan kawasan Pasar Sido Makmur. Area parkir diperluas, agar kendaraan lebih tertata sekaligus mengurangi kendaraan yang selama ini parkir di luar pagar pasar.
‘’Dengan lahan yang lebih luas, kapasitas kendaraan yang dapat ditampung juga bertambah. Pelebarannya sekitar delapan meter dari pagar lama,” jelasnya.
Baca Juga: Pasar Sido Makmur Sepi: Kalah Saing dengan Toko Online, Pedagang Juga Keluhkan E-parkir
Selain untuk parkir, area yang diperluas nantinya dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada malam hari. Penataan tersebut diharapkan membuat kawasan pasar lebih rapi dan nyaman.
Kiswoyo menyebut, penataan juga menyasar pedagang yang masih menggunakan asset pasar di luar pagar. Pedagang nantinya diarahkan masuk ke kawasan pasar, agar aktivitas perdagangan tidak membuat lingkungan sekitar terlihat semrawut.
‘’Penataan juga akan menyasar pedagang yang saat ini menggunakan aset pasar di luar pagar. Setelah seluruh pedagang masuk ke kawasan pasar, harapannya tidak semrawut,” katanya.
Dia berharap pembenahan kawasan Pasar Sido Makmur dapat meningkatkan kunjungan masyarakat. Terlebih, aktivitas pasar pada malam hari mulai berkembang dan menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner di Blora.
‘’Kalau kunjungan naik, kita bukan semata-mata mengejar peningkatan pendapatan. Fokusnya juga pada penataan kawasan,” tandasnya. (ozi)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah