Cara Menurunkan Angka Desil agar Berpeluang Mendapat Bansos, Ini yang Perlu Diperhatikan

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:42 WIB
ANGKA DESIL: Pelajari cara menurunkan angka desil DTSEN agar bansos bisa cair.
ANGKA DESIL: Pelajari cara menurunkan angka desil DTSEN agar bansos bisa cair.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banyak masyarakat kini mencari tahu cara menurunkan angka desil karena posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan penerima bantuan sosial (bansos).

Namun, desil bukan angka yang bisa diturunkan secara manual atau dengan membayar pihak tertentu. Peringkat desil ditentukan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga yang tercatat dalam data pemerintah.

Apa Itu Desil?

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga ke dalam 10 kelompok. Secara sederhana, desil yang lebih rendah menunjukkan kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih rendah dibandingkan kelompok dengan desil lebih tinggi.

Karena itu, masyarakat yang ingin memperbaiki posisi desil sebaiknya bukan berfokus pada "mengubah angka", melainkan memastikan data kondisi keluarga yang tercatat pemerintah sudah benar dan terbaru.

Bagaimana Cara Menurunkan Desil?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat jika merasa kondisi ekonominya lebih rendah daripada yang tercatat dalam data.

Baca Juga: Mengenal Penerima Manfaat Desil Kemensos, Ini Detail Pengelompokan Desil 1 sampai 10

1. Pastikan Data Keluarga Sudah Benar

Periksa kembali data kependudukan dan kondisi keluarga. Pastikan informasi seperti anggota keluarga, status pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, serta kondisi ekonomi tidak mengalami kesalahan.

Data yang tidak sesuai kondisi sebenarnya dapat membuat penilaian kesejahteraan menjadi kurang tepat.

2. Laporkan Perubahan Kondisi Ekonomi

Jika pendapatan keluarga menurun, kehilangan pekerjaan, jumlah tanggungan bertambah, atau terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi lainnya, masyarakat dapat menyampaikan perubahan tersebut melalui mekanisme pemutakhiran data yang tersedia di daerah.

Tujuannya bukan meminta desil "diturunkan", tetapi memastikan data yang digunakan pemerintah menggambarkan kondisi keluarga yang sebenarnya.

3. Gunakan Jalur Resmi Pemutakhiran Data

Masyarakat dapat menanyakan prosedur pemutakhiran data kepada pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun kanal resmi pemerintah yang berkaitan dengan data sosial ekonomi.

Jangan mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan dapat menurunkan desil dengan imbalan tertentu.

4. Lengkapi Dokumen Pendukung

Jika diperlukan dalam proses verifikasi, siapkan dokumen yang dapat menunjukkan kondisi keluarga, seperti dokumen kependudukan atau dokumen lain yang diminta oleh petugas.

Kelengkapan data membantu proses verifikasi berjalan lebih mudah.

Apakah Desil Bisa Diturunkan?

Desil dapat berubah apabila terdapat perubahan atau pemutakhiran data yang memengaruhi penilaian kondisi sosial ekonomi keluarga. Perubahan tersebut bukan dilakukan hanya karena seseorang mengajukan permintaan untuk mendapatkan desil tertentu.

Baca Juga: Sudah Masuk Desil 1 sampai 4 tapi Bansos Belum Cair? Ini yang Perlu Dipahami

Dengan kata lain, tidak ada cara instan untuk menurunkan desil. Yang dapat dilakukan masyarakat adalah memastikan seluruh informasi mengenai kondisi keluarga tercatat dengan benar.

Jangan Tergiur Jasa Penurunan Desil

Munculnya perhatian terhadap desil juga berpotensi dimanfaatkan oleh oknum yang menawarkan jasa. Masyarakat sebaiknya berhati-hati apabila ada pihak yang meminta uang dengan janji dapat mengubah atau menurunkan desil.

Pemutakhiran data seharusnya dilakukan melalui mekanisme resmi. Jangan memberikan data pribadi atau uang kepada pihak yang tidak jelas kewenangannya.

Kesimpulan

Jika ingin memperbaiki posisi desil, langkah yang paling tepat bukan mencari cara untuk memanipulasi data, tetapi memastikan data sosial ekonomi keluarga akurat, lengkap, dan sesuai kondisi terbaru.

Apabila kondisi ekonomi memang berubah menjadi lebih berat, segera tanyakan mekanisme pemutakhiran data kepada pemerintah desa/kelurahan atau dinas sosial setempat. Dengan data yang akurat, penyaluran bansos diharapkan dapat lebih tepat sasaran. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
angka desil Ekonomi Desil DTSEN keluarga