RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro mendapatkan target dari Kantor Wilayah Jawa Timur untuk menyerap sebanyak 81.000 ton beras. Jumlah tersebut setara dengan 160.000 ton Gabah Kering Panen (GKP). Selain beras, Bulog juga ditargetkan menyerap jagung pipil kering sebanyak 10.000 ton.
Pimpinan Cabang (Pincab) Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja, mengatakan bahwa pihaknya saat ini mulai melakukan penyerapan GKP. Terhitung sejak awal Januari hingga saat ini, penyerapan telah mencapai 138 ton GKP atau setara dengan 70 ton beras. Sementara itu, untuk jagung pipil kering telah terserap sebanyak 116 ton.
"Kondisi panen padi dan jagung saat ini masih bersifat sporadis (spot-spot) dan belum menyeluruh di semua wilayah, baik di Bojonegoro, Lamongan, maupun Tuban," tuturnya.
Terkait kesiapan operasional, Bulog telah menyiapkan sarana alat pengering (dryer) dan fasilitas penyimpanan. Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan beberapa penggilingan dan pengering jagung di wilayah Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban guna membantu proses penyerapan serta pengolahan gabah.
Selain merangkul penggilingan swasta, Bulog juga menggandeng Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk menyosialisasikan program penyerapan gabah dan jagung ini kepada para petani.
Melalui upaya tersebut, petani diharapkan bersedia menjual GKP dan jagungnya ke Bulog. Pemerintah memberikan kepastian harga pembelian sebesar Rp6.500 per kg untuk GKP dan Rp6.400 per kg untuk jagung pipil kering (sesuai regulasi yang berlaku) saat masa panen tiba. (NURKOZIM)
Editor : M. Nurkhozim