RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemadaman listrik melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (4/9) Sore. Peristiwa ini terjadi akibat robohnya sebuah pohon besar di jalan hutan arah Gondang yang menimpa jaringan listrik utama dan menyebabkan aliran listrik terputus.
Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB, ketika pohon di tepi jalan hutan tiba-tiba tumbang. Batang pohon menimpa kabel listrik tegangan menengah hingga menyebabkan jaringan terputus.
Dampaknya, listrik di sejumlah desa Kecamatan Gondang mendadak padam tanpa pemberitahuan.
Kondisi ini menimbulkan keresahan warga. Banyak aktivitas yang terganggu, terutama yang bergantung pada aliran listrik. Mulai dari pekerjaan rumah tangga, aktivitas berdagang, menjadi terganggu. Bahkan, warga yang sehari-hari bekerja menggunakan jaringan internet juga terdampak.
Menurut Ninik, Warga Desa/Kecamatan Gondang, cukup terganggu dengan pemadaman mendadak ini. “Listriknya mati mendadak, aktivitas jadi terganggu. Apalagi untuk rumah yang menggunakan wifi, jadi tidak bisa mengakses internet sama sekali. Kalau sebentar mungkin tidak masalah, tapi ini berlangsung lama sekali,” ujarnya.
Akibat padamnya listrik yang cukup lama, sejumlah warga memilih menyalakan lilin dan lampu darurat. Beberapa warung yang biasanya beroperasi hingga malam juga terpaksa menutup lebih awal karena keterbatasan penerangan. Kondisi jalan desa pun tampak lebih gelap dari biasanya.
Petugas PLN bersama perangkat desa langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi pohon yang menimpa kabel. Proses perbaikan jaringan memakan waktu cukup lama mengingat pohon berukuran besar dan medan di jalan hutan relatif sulit.
Setelah hampir sembilan jam pemadaman, listrik akhirnya kembali menyala pada pukul 00.10 WIB, Jumat dini hari (5/9). Warga pun merasa lega setelah aliran listrik normal kembali, meskipun masih ada kekhawatiran akan adanya gangguan serupa di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perawatan pohon di sekitar jaringan listrik, terutama di kawasan hutan yang rawan roboh karena usia pohon maupun kondisi tanah. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang, sebab pemadaman mendadak dalam waktu lama sangat berdampak pada aktivitas sehari-hari. (len/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana