Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Menilik Kembali Peralihan Nahkoda Persibo Bojonegoro di Divisi Utama 2008/2009, Dari Gusnul Yakin ke Sanusi Rahman

M. Irvan Romadhon • Minggu, 24 Agustus 2025 | 21:49 WIB
LAWAN PERSIBA: Persibo saat laga dengan Persiba di Stadion Wilis, Madiun 2008 silam. (Dok. Radar Bojonegoro)
LAWAN PERSIBA: Persibo saat laga dengan Persiba di Stadion Wilis, Madiun 2008 silam. (Dok. Radar Bojonegoro)

 

BARU menjalani dua laga awal di Divisi Utama 2008, Persibo harus ditinggal oleh pelatihnya yaitu Gusnul Yakin. Gusnul memilih mundur dan bergabung ke Arema. Sehingga The Giant Killer harus mencari pengganti.


Gusnul Yakin kala itu mengaku tak nyaman berada di Persibo. Terlebih terdapat beberapa hak pemain yang tak terpenuhi. Padahal sudah memberikan hasil maksimal. Yakni akomodasi dan perlengkapan lainnya.

Mundurnya Gusnul Yakin, membuat kekosongan kursi pelatih. Sehingga manajemen klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro saat itu, menunjuk Bambang Pramuji yang berstatus asisten pelatih untuk memimpin latihan. Sembari menunggu pelatih baru.

Terdapat beberapa pelatih yang melamar ke manajemen Laskar Angling Dharma. Seperti Rudi Keltjes, Gatut Amansari, Sartono Anwar, dan Sanusi Rahman. Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya Sanusi Rahman kembali ditunjuk menjadi pelatih Persibo.

Asisten manajer saat itu Imam Sarjono mengatakan Sanusi Rahman dipilih karena bisa diterima suporter dan pemain. Selain itu, pernah melatih Persibo ketika berada di Divisi 1 dan 2 Liga Indonesia.

''Dia (Sanusi Rahman) memang lebih bisa diterima pemain dan suporter," jelasnya.

Namun perjalanan Sanusi Rahman di awal melatih tak berjalan indah.

Ujian perdana pelatih berkacamata tersebut terjadi ketika menghadapi PSIR Rembang dengan status tim tamu. Padahal Uci sapaan Sanusi Rahman baru melatih selama dua hari. Hasilnya Persibo kalah 1-0 dari PSIR.

Asisten manajer Imam Sarjono mengatakan hasil tersebut tidak bisa dijadikan ukuran kegagalan Sanusi Rahman. Terlebih pelatih ditunjuk untuk menangani dalam satu kompetisi penuh, bukan hanya satu laga.

''Kami menilai Pak Uci belum gagal," jelasnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#persibo bojonegoro #persibo #Pelatih #Bambang Pramudji #divisi utama #bojonegoro #akomodasi #arema #the giant killer #liga indonesia