Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Begini Asal-Usul Desa Tegalkodo di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 17 Agustus 2025 | 20:04 WIB
Jalan menuju Desa Tegalkodo, Kecamatan Sukosewu. (Tangkapan Google Street View)
Jalan menuju Desa Tegalkodo, Kecamatan Sukosewu. (Tangkapan Google Street View)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Platform Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dari BKKBN yang menyajikan data statistik dan program-program yang dijalankan di desa ternyata juga menuliskan asal-usul atau sejarah desa di Bojonegoro. Salah satunya adalah Desa Tegalkodo, Kecamatan Sukosew. Desa ini memiliki 3 dusun yaitu Tegalkodo Klangkrang dan Pading.

Berdasarkan cerita rakyat turun-temurun di kalangan masyarakat, pada 1879, sebuah kisah perjuangan dan harapan baru terukir di sebuah wilayah kering yang kini dikenal sebagai Desa Tegalkodo. Menurut cerita yang diyakini secara turun-temurun, tempat ini menjadi saksi bisu pelarian sisa-sisa Laskar Pangeran Diponegoro dari kejaran tentara Belanda.

Mereka tiba di sebuah lahan yang kering, dalam bahasa Jawa disebut 'tegal.' Namun, keanehan terjadi dimana lahan yang gersang itu justru dipenuhi oleh katak atau kodok.

Bagi para laskar, fenomena ini bukanlah kebetulan. Mereka menganggapnya sebagai pertanda baik, isyarat bahwa di balik kekeringan, tersembunyi potensi kesuburan dan kehidupan.

Baca Juga: Begini Asal-Usul Nama Nama Desa Bakulan di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro

Keyakinan itu mendorong mereka untuk menetap. Mereka mulai mengolah tanah kering tersebut menjadi lahan pertanian.

Dan benar saja, tanah tegal itu terbukti sangat subur dan berhasil menghasilkan panen yang melimpah. Hasil panen ini tidak hanya mencukupi kebutuhan mereka, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sebagai penanda sejarah dan harapan baru yang mereka temukan, para laskar sepakat untuk menamai tempat itu Tegalkodo, sebuah nama yang menggabungkan kisah lahan kering (tegal) dan pertanda baik dari katak (kodok). Nama ini menjadi warisan abadi yang menceritakan kembali asal-usul desa, perjuangan, dan keyakinan mereka terhadap sebuah pertanda alam. (mae-mgg/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sukosewu #tanah #kodok #kampung kb #Pertanian #tegal #pangeran diponegoro #bkkbn #bojonegoro