RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Lima perlintasan rel kereta api (KAI) liar di wilayah Kabupaten Bojonegoro ditutup. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya beralasan membahayakan perjalanan kereta dan masyarakat pengguna jalan.
Penutupan terbaru dilakukan pada Kamis (17/7), tepatnya di KM 96+1/2, petak jalan antara Stasiun Tobo dan Stasiun Cepu. Titik tersebut menjadi salah satu dari 25 perlintasan liar yang telah ditutup KAI di wilayah kerja Daop 8, dan lima di antaranya di Bojonegoro.
“Perlintasan liar merupakan titik rawan yang membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif.
Luqman menegaskan, langkah ini tidak dimaksudkan untuk membatasi mobilitas warga, melainkan demi keselamatan bersama dan kelancaran operasional transportasi kereta api.
“Penutupan perlintasan liar bukan semata menutup akses, tetapi merupakan upaya menyelamatkan generasi bangsa dari potensi bahaya di rel kereta,” pungkasnya.
Dikekatui, penutupan perlintasan liar ini dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, dilakukan pemasangan spanduk imbauan, juga dilakukan pemasangan penghalang fisik untuk mencegah kendaraan melintas di jalur yang tidak resmi. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana