RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di aktivitas warga Kota Bojonegoro, aroma khas daun jati yang menguar dari nasi hangat menjadi penanda hadirnya kuliner legendaris: Nasi Buwuhan. Dulu, hidangan ini hanya bisa dinikmati saat hajatan seperti pernikahan atau khitanan. Kini, Nasi Buwuhan telah menjelma menjadi sajian sehari-hari yang mudah ditemui di berbagai sudut kota.
Cita Rasa Tradisional yang Menggugah Selera
Nasi Buwuhan disajikan dengan cara unik—dibungkus daun jati yang memberikan aroma khas dan cita rasa autentik. Isinya terdiri dari nasi putih, momok tempe, mie kuning, sayur nangka muda atau tewel, serta tumis pepaya muda atau blonceng. Sebagai pelengkap, tersedia lauk tambahan seperti sate daging sapi, telur puyuh, ayam bakar, mangut pe, wader, dan udang sambal mangga muda. Tak ketinggalan, rempeyek kacang atau teri yang menambah kenikmatan setiap suapan.
Dari Hajatan ke Warung Pinggir Jalan
Perubahan zaman membawa Nasi Buwuhan dari acara hajatan ke warung-warung dan pedagang kaki lima. Di akhir pekan, gerobak-gerobak penjual Nasi Buwuhan berjajar di sepanjang jalan menuju Alun-alun Bojonegoro, menarik perhatian warga yang selesai berolahraga atau sekadar jalan pagi.
Warung-Warung Populer Penyaji Nasi Buwuhan
Beberapa tempat yang terkenal menyajikan Nasi Buwuhan di Bojonegoro antara lain:
• Warung Sincin: Terletak di Gang Mawar, Kauman, warung ini menyajikan Nasi Buwuhan dengan berbagai lauk tambahan. Lokasinya yang berada di tepi Sungai Bengawan Solo menambah keunikan pengalaman bersantap. Beroperasi dari Selasa hingga Minggu pukul 07.00–16.00 WIB, warung ini menyajikan Nasi Buwuhan dengan sistem prasmanan. Harganya mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 27.000 tergantung lauk yang dipilih.
• Warung Katiga: Berlokasi di Mojokampung, warung ini menawarkan Nasi Buwuhan dengan cita rasa khas.
• Dapur Avi: Terletak di Graha Aisyah, Kalianyar, tempat ini menyajikan Nasi Buwuhan dengan berbagai pilihan lauk.
• Warung Ny. Nurul Huda: Berlokasi di Desa Kauman, Kecamatan Kota, warung ini dikenal dengan Nasi Buwuhan yang disajikan dengan berbagai pilihan lauk sesuai selera. Dengan harga antara Rp 3.000 sampai Rp 15.000, kita bisa memilih aneka lauk dan sambal sesuai selera. Rasanya pun tak kalah nikmat dengan yang disajikan di hajatan.
• Warung Anugrah di Jalan Hasyim Ashari, sejak pagi sekitar pukul 06.00, tersedia Nasi Buwuhan yang diburu warga. Dengan harga mulai Rp 8.000, Anda sudah bisa menikmati nasi beraroma daun jati lengkap dengan sambel ale yang pedas segar.
Pengakuan dan Prestasi
Nasi Buwuhan tidak hanya memikat lidah masyarakat lokal, tetapi juga mendapat pengakuan nasional. Pada tahun 2019, dalam acara Thengul International Folklore Festival (TIFF), sebanyak 26.310 bungkus Nasi Buwuhan disajikan, mencetak rekor MURI sebagai hidangan terbanyak. Acara ini juga dihadiri oleh Chef Juna, yang mengapresiasi kelezatan dan keunikan hidangan ini.
Warisan Budaya yang Terus Hidup
Nasi Buwuhan bukan sekadar makanan; ia adalah warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal Bojonegoro. Dengan bahan-bahan lokal dan penyajian tradisional, kuliner ini menjadi simbol kebersamaan dan identitas masyarakat. Kini, siapa pun dapat menikmati Nasi Buwuhan kapan saja, tanpa harus menunggu undangan hajatan.
Jika Anda berkunjung ke Bojonegoro, sempatkanlah mencicipi Nasi Buwuhan. Rasakan kelezatan yang sederhana namun menggugah selera, dan biarkan setiap suapan membawa Anda menyelami kekayaan budaya Bojonegoro. (feb/cho)