Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ada 16 Ponpes Berdiri di Desa Sumbertlaseh, Terbanyak dan Tertua di Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 11 April 2025 | 20:33 WIB
DESA SANTRI: Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander memiliki 16 pondok pesantren. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
DESA SANTRI: Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander memiliki 16 pondok pesantren. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 16 pondok pesantren (ponpes) berdiri di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander. Sehingga, desa ini layak dijuluki sebagai desa antri.

Ponpes Abu Dzarrin dinilai lembaga tertua, karena berdiri sebelum Indonesia merdeka. Pesantren ini juga telah melahirkan banyak tokoh dan kiai yang tersebar di berbagai daerah.

Berdirinya banyak ponpes ini, tentu berdampak pertumbuhan ekonomi, karena banyak santri dari luar kota yang menimba ilmu di sejumlah ponpes di Desa Sumbertralseh ini.

Menurut Kepala Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander Shofilin, desanya memiliki ponpes terbanyak di Bojonegoro. ‘’Mungkin Desa Sumbertlaseh adalah desa dengan ponpes terbanyak di Bojonegoro,’’ tuturnya.

Menurut dia, di antara 16 ponpes di desanya, Ponpes Abu Darrin dinilai tertua, karena berdiri sejak 1919 Masehi (M). Dengan keberadaan banyaknya ponpes ini sekaligus menyerap santri dari berbagai kota.

Tidak hanya dari dalam desa, kecamatan, dan kabupaten, namun juga banyak santri berasal dari luar Pulau Jawa. Sehingga, mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar.

Menurutnya, selain memperkuat fondasi agama adanya ponpes juga membangkitkan ekonomi warga. ‘’Kalau tahun berdirinya ponpes lainnya variatif. Untuk tepatnya kami tidak hafal,’’ ucapnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kiai #pondok pesantren #Santri #Ekonomi #dander #bojonegoro #Ponpes #Ponpes Abu Dzarrin