BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 16 pondok pesantren (ponpes) berdiri di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander. Sehingga, desa ini layak dijuluki sebagai desa antri.
Ponpes Abu Dzarrin dinilai lembaga tertua, karena berdiri sebelum Indonesia merdeka. Pesantren ini juga telah melahirkan banyak tokoh dan kiai yang tersebar di berbagai daerah.
Berdirinya banyak ponpes ini, tentu berdampak pertumbuhan ekonomi, karena banyak santri dari luar kota yang menimba ilmu di sejumlah ponpes di Desa Sumbertralseh ini.
Menurut Kepala Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander Shofilin, desanya memiliki ponpes terbanyak di Bojonegoro. ‘’Mungkin Desa Sumbertlaseh adalah desa dengan ponpes terbanyak di Bojonegoro,’’ tuturnya.
Menurut dia, di antara 16 ponpes di desanya, Ponpes Abu Darrin dinilai tertua, karena berdiri sejak 1919 Masehi (M). Dengan keberadaan banyaknya ponpes ini sekaligus menyerap santri dari berbagai kota.
Tidak hanya dari dalam desa, kecamatan, dan kabupaten, namun juga banyak santri berasal dari luar Pulau Jawa. Sehingga, mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar.
Menurutnya, selain memperkuat fondasi agama adanya ponpes juga membangkitkan ekonomi warga. ‘’Kalau tahun berdirinya ponpes lainnya variatif. Untuk tepatnya kami tidak hafal,’’ ucapnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana