Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dolan Pasar: Pedagang Merasa Kian Tak Terkelola, Pasar Blimbinggede Ngraho Makin Sepi

Hakam Alghivari • Senin, 10 Maret 2025 | 20:00 WIB

 

SEPI: Kondisi Pasar Blimbinggede di Kecamatan Ngraho tampak sepi pembeli saat siang hari.
SEPI: Kondisi Pasar Blimbinggede di Kecamatan Ngraho tampak sepi pembeli saat siang hari.

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kondisi pasar di sejumlah kecamatan di Bojonegoro kian terpinggirkan. Bahkan, pedagang yang masih berjualan pun merasakan kondisi pasar kian tak terkelola dengan baik, seperti yang dirasakan pedagang di Pasar Blimbinggede, Kecamatan Ngraho.

’’Dulu pasar ini jadi pusat jual beli warga sekitar. Sekarang makin sepi,” ungkap Watemi, pedagang yang telah berjualan selama 50 tahun. Menurutnya, selain menurunnya jumlah pembeli karena bermunculan belanja online, kondisi pasar yang tidak terurus semakin memperburuk keadaan

Watemi menceritakan, seperti kondisi sampah masih berserakan dan tidak mendapat perhatian yang layak dari pihak pengelola. Selain itu, kondisi infrastruktur seperti jalan dan bangunan pasar juga semakin rusak. Bahkan, rerata pedagang harus memperbaiki secara mandiri.

’’Setiap hari kami bayar iuran kebersihan, tapi sampah masih banyak. Seharusnya pihak pengelola lebih bertanggung jawab agar pasar tetap bersih dan nyaman,” ungkap perempuan yang berjualan pakaian itu.

Menurutnya, pasar tradisional di kampung halamannya itu, sudah menjadi tumpuan warga. Namun, hanya bagian depan Pasar Blimbinggede memang telah direnovasi sekitar sepuluh tahun lalu. ’’Padahal pasar tradisional seperti ini penting untuk perekonomian masyarakat,” bebernya.

Ulfa seorang pedagang buah di pasar tersebut juga merasakan dampak dari kondisi pasar yang kurang terurus. Ia berharap pihak pengelola lebih peduli terhadap fasilitas pasar agar pedagang tidak terus-menerus dirugikan. ’’Kami di sini ingin tetap berjualan, tapi kalau kondisinya seperti ini, kurang nyaman bagi pembeli juga,” imbuhnya.

Selain Pasar Blimbinggede, sejumlah pasar di Kecamatan Ngraho pun merasakan kondisi yang sama. Seperti, Pasar Bancer, yang lebih dikenal warga dengan sebutan Pasar Tinggang, yang menjadi pusat ekonomi warga di Desa Bancer dan Desa Tinggang, Kecamatan Ngraho.

Kepala Pasar Bancer Sabit menuturkan, bahwa menyebut bahwa pasar ini sudah ada sejak sekitar tahun 1950-an dan terakhir direnovasi pada 2010 lalu. ’’Renovasi waktu itu hanya memperbaiki toko-toko di bagian depan pasar saja,” ungkapnya.

Namun menurutnya, bangunan tersebut saat ini kondisinya mulai rapuh. Bahkan, tidak ada petugas khusus yang membersihkan area pasar. ’’Dan, setiap pedagang bertanggung jawab membersihkan tempat dan daerah sekitar lapaknya sendiri,” pungkasnya. (dan/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#pasar #Sepi #ngraho #bojonegoro #Infrastruktur #Pedagang