BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Para jemaah salat tarawih mulai berdatangan di Masjid At-Taqwa Bojonegoro kemarin malam (28/2). Berjejer rapi membentuk saf dan mulai melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Sekitar 111 tempat ibadah yang digunakan warga Muhammadiyah menunaikan salat tarawih perdana kemarin.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro Bidang Kebijakan Publik Sholikin Jamik menyampaikan, dalam salat tarawih ini ditekankan kepada seluruh jemaah Muhammadiyah Bojonegoro. Sesuai dengan makna salat tarawih, yakni santai.
Maka, pelaksanaan tarawih juga dilaksanakan dengan santai, tidak terlalu cepat. Namun, penuh kekhusyukan dan tumakninah. ’’Dilaksanakan setelah salat isya. Sebanyak delapan rakaat salat tarawih dan tiga rakaat witir. Jadi, jumlahnya ada sebelas rakaat,” terangnya.
Dalam menyongsong bulan suci Ramadan ini. Dikenal dengan istilah tarhib Ramadan. Artinya, lapang dan menyambut Ramadan dengan hati terbuka, penuh kebahagiaan. Sehingga, perlu untuk tetap bersih, semangat, dan melakukan kesiapan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan takwa dalam menyambut datangnya bulan mulia ini.
’’Kita sambut kedatangan bulan suci ini dengan persiapan matang. Baik secara spritual maupun fisik,” tambahnya. Dia mengimbau, agar seluruh umat muslim, khususnya warga Muhammadiyah untuk tetap khusyuk dan tawadhu’ dalam melaksanakan salat tarawih selama Ramadan.
Pembacaan dilakukan dengan tartil dan lebih baik dalam membaca sekaligus dapat memahami maknanya. Agar tarawih bisa lebih khusyuk. Tidak lupa juga untuk berzikir dan berdoa setelah selesai salat. ’’Gunakan waktu Ramadan ini untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita,” bebernya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana