BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Jumok, Kecamatan Ngraho berencana budidaya jeruk nipis. Cukup unik dan berbeda dari desa lainnya yang biasa membudidaya buah seperti belimbing, jambu, atau anggur.
‘’Dibudidaya karena sebenarnya banyak yang tidak suka,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Jumok, Kecamatan Ngraho M. Sigit Afrianto kemarin.
Dia mengatakan, potensi desanya cukup banyak. Dari segi pertanian, perkebunan, peternakan, hingga industri kecil dan menengah (IKM). Dari 1.261 kartu keluarga (KK), sekitar 700 rumah tangga di antaranya memiliki sumber pendapatan dari pertanian dan peternakan. Kemudian 94 rumah tangga memiliki pendapatan dari sektor perkebunan.
Pendidikan masyarakat rerata lulusan sekolah menengah atas (SMA) sederajat. ‘’Struktur mata pencaharian banyak sektor. Dari pertanian, perkebunan, peternakan, IKM, dan juga perdagangan,” imbuhnya.
Dia menambahkan, pada sektor pertanian masyarakat tidak hanya mengandalkan beberapa jenis tanaman. Mulai padi, jagung, dan jeruk nipis. Namun, khusus jeruk nipis di lahan perhutani.
Sigit menerangkan, desanya memang cukup berbeda. Ada rencana membudidaya jeruk nipis. Sebab, buah satu ini tidak cukup diminati bagi kebanyakan orang.
Rencananya hasil panen jeruk nipis itu dikirim ke Kudus. ‘’Jeruk pecelnya (nipis) ini baru tanam usia satu tahun,” pungkasnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana