BLORA, Radar Bojonegoro – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjadi atensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Dua pasar hewan jadi sasaran penyemprotan disinfektan. Selain itu, Dinas Pangan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blroa juga tengah mengupayakan pengajuan tambahan bantuan sekitar 5.000 vaksin PMK.
Kepala DP4 Blora Ngaliman mengungkapkan, sebanyak 2.000 vaksin PMK telah disebar hingga Senin lalu (13/1). Dan, sudah terpakai 1.515 vaksin. Sehingga, pihaknya berencana mengajukan tambahan bantuan 5.000 vaksin PMK kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).
Namun, pihaknya belum bisa memastikan, disetujui atau tidak. Apabila disetujui pun belum tentu sesuai jumlah yang diajukan. ’’Jika tambahan bantuan vaksinasi dari provinsi datang, kami akan gencar kembali menyuntikkan vaksin pada hewan ternak yang sehat,” tambahnya.
Pengajuan jumlah vaksin PMK yang cukup banyak tersebut karena populasi sapi di Blora terbanyak di Jawa Tengah.
Terpisah, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Triyono mengungkapkan, untuk mencegah penyebaran PMK, petugas dan tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan.
Tepatnya, di Pasar Pon pada Rabu (15/1). Juga di Pasar Pahing Randublatung. ’’Satu unit damkar digunakan untuk penyemprotan di area pasar pon,” ujarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) DP4 Blora Rasmiyana mengungkapkan, penyemprotan disinfektan telah diupayakan untuk memutus mata rantai penyebaran PMK. Hingga saat ini, diketahui belum ada penurunan jumlah sapi yang terserang PMK. Tercatat 661 ekor sapi terjangkit PMK. Sapi yang sudah sembuh sebanyak 460 ekor dan 46 ekor mati. ’’Penyemprotan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran PMK, selain itu agar pasar steril sebelum dibuka kembali,” jelasnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana