BLORA, Radar Bojonegoro - Pepohonan di sepanjang jalan provinsi di Blora rawan roboh. Kondisi tersebut membuat warga dan pengguna jalan resah. Laporan warga pun telah dilayangkan, namun belum ada tanggapan.
Hariyanto, Warga Desa/Kecamatan Kedungtuban mempertanyakan alasan pemerintah tidak segera melakukan pemotongan dan evakuasi pohon-pohon yang rawan tumbang di ruas jalan Kedungtuban.
"Saya yakin sudah ada pemetaan wilayah. Mana saja daerah yang rawan, termasuk soal pohon tumbang," katanya.
Menurutnya, warga sebenarnya ingin melakukan penebangan, namun takut menyalahi aturan. Di lain sisi, jika tidak segera ada tindakan, pohon-pohon yang sudah kering bisa roboh.
"Kalau sudah tumbang menimpa warga, lalu siapa yang tanggung jawab?" ujarnya.
Baca Juga: Pembangunan Blok E Pasar Sidomakmur Blora Rampung, 190 Pedagang Segera Menempati
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Triyono membenarkan, jika banyak pohon di jalur provinsi yang rawan roboh. Meliputi ruas Jalan Cepu, Kedungtuban, Randublatung, dan Jati. Terlebih saat ini musim penghujan, dikhawatirkan roboh menimpa pengendara.
“Tapi untuk tahun kemarin belum ada laporan masuk pohon yang menimpa pengendara,” katanya.
Tri mengungkapkan, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan penebangan. Hanya saja, jika ada kejadian pohon tumbang, tim TRC melakukan pembersihan. Pihaknya juga berharap segera ada tindakan untuk mengantisipasi pohon roboh di tepian jalan.
Kepala Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Sri Lestari Indajani, sudah berkirim surat kepada sejumlah dinas untuk menebang pohon yang rawan roboh. Beberapa sudah ada pengecekan di lapangan. Namun, belum ada proses eksekusi dari pemerintah.
"Kami sudah melayangkan ke OPD kabupaten, dan sudah di cek lapangan. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Termasuk kami berkirim surat ke DPU provinsi yang di Bangkle," katanya. (luk/zim)
Editor : Hakam Alghivari