MENINGKATNYA intensitas hujan berdampak pada melonjaknya debit air di Bengawan Solo. Agar tidak terjadi luapan di permukiman, Bendung Gerak Bojonegoro mulai dibuka kemarin (16/12).
Dibukanya sembilan pintu bendung itu sebagai antisipasi banjir, karena di wilayah hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa itu debitnya mulai meningkat.
‘’Pintu bendung gerak sudah dibuka,’’ kata Kepala Sub Divisi Operasional Bengawan Solo Perum Jasa Tirta 1 Agung Wicaksono.
Agung menuturkan, pembukaan pintu Bendung Gerak Bojonegoro berdasarkan kajian tentang cuaca ekstrem di awal musim hujan ini. Juga mengacu melonjaknya debit air dampak dari meningkatnya intensitas hujan.
‘’Selelah Bendung Gerak di Bojonegoro dibuka, nanti yang di Babat, Lamongan juga mengikuti,’’ imbuh pria kelahiran Kota Surakarta itu.
Sebelum pintu Bendung Gerak Bojonegoro dibuka, selama musim kemarau terpaksa ditutup untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, juga dilakukan perawatan, dan dipastikan saat musim hujan tak ada lagi pintu bendung gerak yang rusak.
‘’Kami pastikan, pintu bendung gerak kondisi baik, dan siap dibuka saat puncak musim hujan,’’ bebernya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana