BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Akses jalan ke tempat wisata Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, ditutup untuk kendaraan roda empat.
Penutupan jalan menuju salah satu wisata Geo Park Nasional tersebut, dilakukan mulai 3 Desember lalu hingga selesainya perbaikan.
Pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer itu, masih tampak aktivitas pekerjaan hingga kemarin (5/12). Beberapa kendaraan roda empat harus berputar balik karena kondisi jalan yang sedang tahap pengecoran.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto menyampaikan, untuk sementara kendaraan roda empat atau lebih tidak diperkenankan masuk objek wisata Kayangan Api.
‘’Sesuai pengumuman tersebut, tapi kalau tidak bawa roda empat ya masih tetap bisa,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Budiyanto menambahkan, peningkatan infrastruktur tersebut, juga sebagai upaya peningkatan status Geopark di Bojonegoro, yang bakal ditargetkan masuk ke dalam Unesco Global Geopark (UGGp). ‘’Sebelumnya, (2017) sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional,” terangnya.
Sementara itu, berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, tender pembangunan jalan ke wisata Kayangan Api, sempat batal pada tahun ini dengan nilai pagu Rp 7,8 miliar. Namun, hingga proses pembangunan berjalan, belum ada nilai kontrak di laman LPSE.
Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Joni Agus Handoko membenarkan bahwa tender pembangunan jalan kayangan api tersebut batal. Menurutnya, saat ini proses pengadaannya tidak melalui ULP. ‘’Karena dari OPD-nya pakai E-purchasing, jadi tidak di kami proses pengadaannya,” terangnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana