Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Drainase Penuh Saat Hujan Lebat, Jalan Protokol Bojonegoro Masih Jadi Langganan Genangan di Musim Hujan

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 3 Desember 2024 | 17:40 WIB
TERGENANG: Jalan Veteran tepatnya di depan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro tergenang air. Kondisi ini sudah menjadi langganan setiap turun hujan. Butuh solusi jangka panjang. (DHANI WAHYU ALFIA
TERGENANG: Jalan Veteran tepatnya di depan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro tergenang air. Kondisi ini sudah menjadi langganan setiap turun hujan. Butuh solusi jangka panjang. (DHANI WAHYU ALFIA

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jalan protokol di Bojonegoro masih belum terbebas dari genangan saat musim hujan seperti sekarang. Meski, tiap tahun terdapat proyek drainase.

Buktinya, setiap usai turun hujan lebat, sejumlah titik jalan di pusat kota tergenang air dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa.

Diduga karena saluran drainase yang tak bekerja maksimal. Bahkan, hujan yang terjadi sekitar 90 menit pada Sabtu (30/11) lalu, menggenangi setidaknya empat titik jalan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Laela Noer Aeny menyampaikan, hujan yang terjadi pada Sabtu lalu, telah membuat sejumlah genangan yang diduga karena penuhnya volume air di saluran drainase.

‘’Akhirnya kami berkoordinasi dengan PU SDA dan PU Cipta Karya, untuk membantu pengerukan,” terangnya kemarin (1/12).

Menurutnya, meski hujan hanya berlangsung pada pukul 15.30 hingga 16.45. Namun, sejumlah titik mengalami genangan sekitar 25 hingga 30 centimeter.  Namun, air akhirnya surut sekitar pukul 18.00.

‘’Prediksi penyebabnya, karena hujan begitu lebat, mengakibatkan antrean pembuangan dari saluran drainase  menuju ke saluran Afvoer, mengalami penumpukan,” imbuhnya.

Sementara itu, pada saat bersamaan, tidak ada pengoperasian pompa untuk menyedot genangan air, karena masih melihat muka air di Sungai Bengawan Solo. Berdasarkan data BPBD Bojonegoro, sejumlah genangan air terjadi yakni di sepanjang Jalan Veteran dengen ketinggian air 25 cm.

Kemudian, Jalan Panglima Sudirman ketinggian air 35 cm, Jalan Patimura Ketinggian air 25 cm, dan Jalan Panglima Polim Ketinggian 10 cm.

Habib Wahyudi, ahli arstitektur asal Kecamatan Sumberrejo menyampaikan, meskipun gorong-gorong baru saja direvitalisasi, beberapa faktor bisa menjadi penyebab jalan tetap banjir selain faktor hujan.

‘’Seperti sumbatan di saluran lain oleh sampah atau material lain, atau perubahan tata ruang pembangunan di sekitar area tersebut,” terangnya.

Selain itu, meski tak memungkiri kondisi hujan deras, namun akses air juga ikut memengaruhi adanya genangan. ‘’Bisa jadi kasusnya sama, karena akses saluran airnya kurang lebar. Akhirnya saat diguyur hujan deras sudah tidak mampu,” imbuh alumnus Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Drainase #pu sda #bengawan solo #bpbd bojonegoro #banjir #Hujan #saluran drainase #genangan #sumberrejo #bojonegoro #bpbd #jalan protokol #Proyek Drainase