BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hujan telah mengguyur beberapa wilayah di Bojonegoro. Tak jarang, juga disertai angin kencang. Selain mengakibatkan pohon tumbang, juga mengancam penerangan jalan umum (PJU) maupun penerangan jalan lingkungan (PJL) padam.
Warga diminta segera mengadukan kejadian, agar segera ditangani petugas.
Kepala Bidang (Kabid) PJU dan Pemeliharaan Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Sarifuddin mengatakan, saat ini ada banyak laporan masyarakat terkait padamnya PJU maupun PJL.
Terkadang, menyala di siang hari dan padam di malam hari. Hal tersebut rentan terjadi di musim pancaroba seperti saat ini.
“Di musim pancaroba ini, banyak laporan dari masyarakat,” ujarnya.
Dia melanjutkan, penyebab padamnya PJU dan PJL karena beberapa hal. Di antaranya, peralatan PJU atau PJL yang terkena petir. Menyebabkan, timer mengalami pergeseran. Selain itu, di musim penghujan seperti saat ini, rawan binatang-binatang kecil masuk ke dalam peralatan. Seperti, semut atau reptil lainnya.
“Binatang-binatang tersebut mencari tempat yang hangat, jadi sering masuk ke alat PJU atau PJL. Hal tersebut juga berpengaruh,” tambahnya.
Dia menyampaikan, agar masyarakat segera melaporkan ke Dinas PKPCK apabila terdapat pemadaman PJU atau PJL di daerahnya. Dengan cepat melaporkan, pihaknya bisa dengan cepat pula menangani.
Termasuk, apabila terjadi angin kencang yang menyebabkan pohon roboh dan menganai PJU atau PJL.
“Apabila ada lampu-lampu yang masih mati, bisa melaporkan segera. Menginformasikan ke Dinas PKPCK agar bisa dengan cepat ditangani,” himbaunya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana