Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dianggap Tak Netral, Pentolan Saminista Blora Mundur

Hakam Alghivari • Rabu, 9 Oktober 2024 | 22:13 WIB
AIR BERSIH: Truk tangki air bersih dipasang banner foto Cawabup 02 dan logo Saminista saat dropping di Desa Tutup.
AIR BERSIH: Truk tangki air bersih dipasang banner foto Cawabup 02 dan logo Saminista saat dropping di Desa Tutup.

BLORA, Radar Bojonegoro - Dianggap tak netral, salah satu pentolan Saminista Windy Pramudya alias Gepenk sampaikan permohonan maaf. Diketahui, ia menerima uang dari Calon Wakil Bupati (Cawabup) Blora nomor urut 02 Andika Adikrishna untuk penyaluran air bersih dengan mencantumkan logo Saminista berserta gambar cawabup tersebut.

Kemudian muncul surat terbuka dari Saminista lainnya yang menyatakan independen dan tidak terlibat dalam politik praktis. Saminista sebagai kelompok suporter menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas, sportivitas, dan netralitas dalam berbagai aktivitasnya. Sehingga menolak politisasi dalam sepak bola.

Saminista menyatakan sikap menjunjung tinggi independensi suporter, mencegah politisasi sepak bola, dan menjaga persatuan dan kebersamaan suporter. Atas dasar itu, suporter merasa klaim, bahwa Saminista seolah mendukung salah satu pasangan calon (paslon) merupakan klaim sepihak dari pihak tertentu. Tidak mewakili suporter secara keseluruhan.

Sehingga, menyikapi surat terbuka itu, Windy Pramudya alias Gepenk yang juga menjadi salah satu pentolan suporter menyampaikan permohonan maaf. Lantaran gegabah dan melakukan aksi yang mengarah ke politik praktis.

’’Saya mengakui telah melakukan kesalahan besar dengan melakukan pengklaiman sepihak atas organisasi Saminista melalui kegiatan bantuan air ke masyarakat Desa Tutup, yang saya lakukan bersama salah satu (cawabup) Blora dengan pencantuman nama dan logo Saminista di samping foto dan nama cawabup tersebut,” terangnya.

Ia pun mengakui, bahwa tindakan yang dilakukan itu tanpa koordinasi, musyawarah, rembukan, dan sepengetahuan pihak Saminista. Sehingga, berdampak negatif di kalangan anggota suporter serta masyarakat luas.

 Baca Juga: Pemkab Blora Wacanakan Buat Tandon Air Untuk Atasi Kekeringan

Dia mengaku menerima uang Rp 2 juta dari cawabup itu untuk digunakan sebagai penyaluran air bersih. ’’Saya mengakui tindakan ini salah dan tidak dapat dibenarkan. Saya sangat menyesali tindakan ini dan dengan tulus meminta maaf atas kekeliruan tersebut,” imbuhnya.

Atas tindakan itu, pihaknya siap untuk menerima konsekuensi serta sanksi yang diberikan oleh organisasi Saminista maupun pihak lain yang merasa dirugikan. ’’Saya berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi saya dan kita semua agar selalu bertindak sesuai dengan aturan dan prinsip yang berlaku,” tuturnya.

Sementara itu, Cawabup Blora nomor urut 02 Andika Adikrishna mengatakan, kegiatan tersebut tidak ada sangkut paut dengan politik. Hanya untuk membantu warga terdampak kekeringan.

’’Itu awalnya saya sama Mas Rudi dan Mas Gepenk selaku perwakilan Saminista lagi ngobrol soal sepak bola. Lalu, mereka bilang kalau ada kekeringan di Banjarejo. Ya, saya bantu fasilitas buat beberapa tangki. Merasa berterima kasih, mereka tanya mau ditulisi apa? saya jawab bebas, soalnya saya sendiri bukan bagian dari Saminista. Lalu pakai foto saya itu,” ucapnya.

Andika juga menyampaikan, dirinya merasa heran dengan polemik yang terjadi. ’’Niatnya saya cuman mau bantu orang yang terdampak kekeringan. Salahnya di mana?,” tanyanya. (hul/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#Desa #mundur #dianggap #Andika Adhikrisna #Terdampak #kekeringan #paslon #Pentolan #penyaluran air bersih #masyarakat #Tak Netral #blora #Saminista #cawabup