Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kekeringan Merambah 69 Desa di 22 Kecamatan Seantero Bojonegoro, BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 17 September 2024 | 18:34 WIB
BUTUH SOLUSI JANGKA PANJANG: Warga berebut air bersih di musim kemarau, kondisi ini terjadi setiap tahun. Pemkab diminta mencarikan solusi jangka panjang. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
BUTUH SOLUSI JANGKA PANJANG: Warga berebut air bersih di musim kemarau, kondisi ini terjadi setiap tahun. Pemkab diminta mencarikan solusi jangka panjang. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kekeringan dan banjir menjadi bencana musiman, karena sudah menjadi langganan warga Bojonegoro setiap tahun. Calon pemimpin Bojonegoro hasil Pilkada 27 November mendatang, harus mampu mengatasi masalah tersebut.

Sesuai data di Pemkab Bojonegoro, terdapat 69 desa yang tersebar di 22 kecamatan menggantungkan dropping air saat musim kemarau. Tentu butuh solusi jangka panjang, agar krisis air tak terjadi lagi.

‘’Suplai (air bersih) terus dilakukan, dan sampai saat ini belum berkurang,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Laela Nor Aeny kemarin. 

Menurutnya,belum berkurangnya sebaran titik desa terdampak air bersih ditengarai karena belum meratanya curah hujan.

‘’Karena memang curah hujan belum maksimal,” imbuhnya.

Berdasarkan data BPBD Bojonegoro, distribusi air bersih per Minggu 15 September, telah menyebar ke 69 desa dari 22 kecamatan, dan total air mencapai sekitar 3,5 juta liter dari 719 tangki. 

Sementara itu, Peneliti Klimatologi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menyampaikan, hujan yang timbul tak menentukan perpindahan musim. ‘’Meski sudah hujan, belum tentu masuk musim hujan,” terangnya. Erma menambahkan, bahwa peningkatan hujan sedemikian rupa selama berhari-hari yang menyebabkan orang menyangka sudah awal dari musim hujan disebut pseudo rainfall.

Baca Juga: Strategi Mengelola Kekeringan

‘’Ini yang disalahartikan petani misalkan menentukan awal musim tanam,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, yang dinyatakan awal musim hujan ialah harus dibuktikan oleh konsistensi hujan selama tiga dasarian berturut-turut, yakni terjadi hujan selama 30 hari.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan baru akan dimulai pada Oktober. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #Bencana #Desa #Kalaksa #BRIN #prediksi #kekeringan #bpbd bojonegoro #curah hujan #pemkab bojonegoro #banjir #Hujan #Musiman #bojonegoro #Musim Hujan #bpbd #BMKG