Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Butuh Kolaborasi Mencari Solusi Kekeringan di Desa Luwihaji

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 9 September 2024 | 20:48 WIB
Kolaborasi Mencari Solusi Kekeringan di Desa Luwihaji. (IST/RADAR BOJONEGORO)
Kolaborasi Mencari Solusi Kekeringan di Desa Luwihaji. (IST/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Musim kemarau selalu jadi momok bagi warga Dusun Karangnongko, Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah desa setempat. Mulai dari mencari sumber air hingga dropping air bersih bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

“Tahun 2018 pernah ada Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) tapi belum berhasil,” kata Kepala Desa Luwihaji, Muntohar Minggu (8/9)

Kondisi ini diperparah dengan akses yang cukup sulit. Jembatan penghubung desa rusak parah sehingga sulit dilalui kendaraan roda empat. Untuk mencapai dusun, kendaraan harus memutar sekitar 5 kilometer.

Muntohar sumringah saat PemkabBojonegoro mengarahkan bantuan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ke dusun itu. EMCL menggandeng PC Fatayat NU Bojonegoro sebagai mitra pendamping untuk mengatasi langganan kekeringan.

‘’Besar harapan pemerintah desa dan masyarakat, semoga program ini dapat memberikan solusi untuk kesulitan air bersih di Dusun Karangnongko,” tutur Kades saat sosialisasi program Kamis 5 September 2024.

Fatayat NU Bojonegoro melaksanakan sosialisasi sebagai rangkaian awal dari program pengembangan air bersih 2024. Kegiatan dengan penuh keakraban itu dihadiri Camat Ngraho, Pemdes Luwihaji, perwakilan EMCL, dan tokoh masyarakat setempat.

Camat Ngraho, Masirin mengapresiasi dan terima kasih kepada EMCL dan PC Fatayat NU Bojonegoro. Mantan Kabag Humas itu berharap Program Pengembangan Masyarakat (PPM) EMCL-SKK Migas bisa memenuhi kebutuhan air dan menjadi tonggak sejarah atas pemenuhan air bersih di Dusun Karangnongko.

“Semoga berhasil dengan baik dan lancar,” harapnya

Sementara itu, perwakilan EMCL, Marshya C. Ariej mengatakan, EMCL telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Bappeda Bojonegoro di awal tahun terkait program berbasis kebutuhan masyarakat Bojonegoro.

‘’Kami berkoordinasi dengan pemkab dan dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat secara aktif sejak awal hingga monitoring dan evaluasinya,“ kata Marshya.

Pada kesempatan tersebut, Manajer Program PC Fatayat NU Bojonegoro, Nova Nevila Rodhi menyampaikan materi sosialisasi, meliputi tahapan-tahapan pelaksanaan program, teknis pencairan anggaran, dan administrasi pelaporan.

“Kolaborasi antara pemerintah desa, EMCL dan PC Fatayat NU Bojonegoro dalam menjalankan program ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi yang baik antara pihak-pihak terkait dan perusahaan,” tegas Nova.

Menurutnya, hal ini memperkuat pelaksanaan program dan memastikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Luwihaji.

Nova berharap program Air Bersih 2024 dapat berjalan sukses dan bermanfaat bagi warga. Selain itu, program diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, utamanya di bidang kesehatan, memperkuat ekonomi lokal, dan menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih cerah. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #Desa #kekeringan #dusun #kolaborasi #Musim Kemarau #ngraho #program #bojonegoro #bpbd #ppm #solusi #emcl #karangnongko #Luwihaji