Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Teksas Wonocolo: Mengubah Sebuah Tambang Minyak Sekaligus Menjadi Sebuah Wisata Edukasi Migas di Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 6 September 2024 | 02:00 WIB

 

 

PENGEBORAN MINYAK TRADISIONAL: Ratusan sumur minyak tradisional bisa ditemukan di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)
PENGEBORAN MINYAK TRADISIONAL: Ratusan sumur minyak tradisional bisa ditemukan di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Teksas Wonocolo atau bisa disebut juga sebagai Petroleum Geopark Wonocolo merupakan sebuah tempat wisata yang digadang-gadang menjadi tempat wisata migas pertama yang ada di Indonesia.

Tempat ini berada di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Sepanjang area wisata ini, pengunjung tidaklah disuguhkan dengan berbagai wahana permainan yang menarik, tetapi pengunjung dihadapkan dengan sebuah sumur-sumur galian minyak yang diambil secara tradisional.

Menurut Saiful, salah satu pengelola wisata Wonocolo ini mengatakan, bahwa sejarah awal mula tambang ini yakni ditemukan pada sekitar tahun 1868 yang kemudian dieksploitasi pada sekitar tahun 1894 yang kemudian ditinggalkan Belanda dan dirusak.

Kemudian, digali lagi oleh masyarakat sekitar untuk digunakan sebagai tambang minyak. ’’Jadi, masyarakat sini mengelola dan tambang ini khusus untuk dikelola oleh masyarakat Kecamatan Kedewan dan itu tahun 1988 sudah ada suratnya serah terima tentang tambang masyarakat sini. Jadi, pihak Pertamina tidak bisa ikut campur untuk pengelolaannya soalnya milik masyarakat. Tapi, syarat kelegalan pertambangannya yaitu minyak hasilnya nanti disetorkan ke Pertamina,” ujarnya.

Dengan sebuah tambang minyak yang tergolong besar dan unik dikarenakan masih menggunakan cara tradisional tersebut masyarakat menemukan sebuah potensi dengan memanfaatkan kawasan tambang tersebut menjadi sebuah wisata edukasi.

Selain itu. di Kawasan Wonocolo ini sendiri mempunyai sebuah fenomena yang bernama Jebakan antiklin yaitu di mana ada sebuah Jebakan Minyak yang berada di ketinggian air laut yang mana hal ini kemungkinan menjadi salah satu di dunia yang masih memproduksi minyak sampai sekarang.

’’Yang menjadi daya tariknya sendiri ya itu dengan adanya fenomena jebakan minyak tersebut, sampai biasanya juga ada peneliti dari luar negeri yang datang kesini untuk melihat itu,” tambahnya.

Selain itu, didirikannya wisata ini juga memiliki sebuah tujuan yakni agar tidak ada penambahan sumur minyak yang sudah sangat banyak dan berpotensi membuat kerusakan yang lebih parah di sekitar kawasan, dengan hal ini selain sebagai sebuah wisata edukasi yang mana pengunjung bisa melihat suasana para penambang yang menambang minyak secara tradisional serta juga bisa digunakan untuk sebuah penelitian mengenai migas. (naw/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #Desa #wonocolo #radar bojonegoro #kedewan #sumur minyak #wisata edukasi #tambang minyak #Wahana Permainan #migas