Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kemendikbudristek Jajaki Usulan Angkat Samin Surosentiko Jadi Pahlawan Nasional, Masih Butuh Kajian Mendalam

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 14 Juli 2024 | 21:27 WIB
REMBUG SAMIN: Sedulur sikep dari berbagai daerah saat rembugan di Desa Kediren Rabu (10/7). (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
REMBUG SAMIN: Sedulur sikep dari berbagai daerah saat rembugan di Desa Kediren Rabu (10/7). (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Kiprah perlawanan sedulur sikep terhadap Belanda memantik usulan sosok Samin Surosentiko diusulkan jadi Pahlawan Nasional. Kemendikbudristek sedang menjajaki layak tidaknya usulan tersebut bersama para peneliti dan akademisi.

“Ini kami sedang jajaki dengan para peneliti, akademisi untuk kedepannya (diusulkan menjadi pahlawan nasional),” kata Direktur Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek Syamsul Hadi.

Pihaknya belum berani memastikan, perjuangan Samin Surosentiko layak atau tidak mendapatkan gelar pahlawan. Karena masih butuh kajian mendalam, termasuk melibatkan semua masyarakat samin yang tersebar di berbagai daerah dan ahli kebudayaan.

“Kalaupun diusulkan, sebaiknya yang melakukan usulan dari komunitas ataupun dari pemerintah daerah,” katanya.

Hadi mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya-upaya tersebut sebagai wujud pelestarian kebudayaan. Terlebih, masyarakat samin tidak hanya di Blora, melainkan sudah tersebar di beberapa kabupaten hingga lintas provinsi.

Budayawan sekaligus Akademisi, Romo Sindhunata mengungkapkan, Sedulur Samin sebagai suatu gerakan mesianik masyarakat Jawa dalam narasi besar Ratu Adil. Mengungkapkan bahwa spirit Samin patut dilestarikan. Tanpa adanya penghargaan atas kearifan lokal yang konsisten dan kuat, tidak mungkin masyarakat Samin berani memberontak begitu keras.

“Jangan sia-siakan mereka ini. Ketika yang lain diam, mereka memberontak. Saya mengomentari para Samin muda untuk tetap kukuh pada pertanian. Saya rasa ini sebagai sikap kritis juga. Sebagai perlawanan terhadap arus modal. Inilah nilai Samin yang masih relevan untuk saat ini,” ujarnya saat di Undang di Pendapa Pemkab Blora.

Ia menyebutkan bahwa sumbangan terbesar lainnya dari Sedulur Sikep adalah kesanggupan untuk menjunjung tinggi toleransi. Ajaran Samin masih relevan hingga saat ini. Pemerintah harus mengambil sikap untuk mendukung keberadaan masyarakat Samin.

‘’Ini saaatnya Pemerintah Blora menegakkan Samin. Di tengah tekanan kapitalisme, tekanan kebenaran atas nama agama, gerakan Samin patut kita perjuangkan untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan para bupati yang di wilayahnya terdapat masyarakat samin. Di antaranya, Rembang, Kudus, Pati, dan Bojonegoro.

‘’Pengusulan penghargaan Samin sebagai tokoh pahlawan itu perlu kajian. Baik segi akademik dan sejarah Samin Surosentiko. Apabila dari forum bersepakat, akan kami usulkan,’’ tuturnya. (luk/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pahlawan nasional #pati #Kemendikbudristek #komunitas #akademisi #Perlawanan #kudus #rembang #peneliti #belanda #kebudayaan #samin surosentiko #jawa #sedulur sikep #Pahlawan #bojonegoro #Ratu Adil #pemerintah daerah #Pemkab Blora #Sikap kritis #blora