BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Meski telah ditetapkan sebagai Geopark nasional pada 2017 lalu. Objek wisata geologi di Bojonegoro bakal ditargetkan untuk meningkatkan status, yakni menjadi Geopark Internasional pada 2025 mendatang.
Salah satu langkahnya dengan peningkatan infrastruktur di objek wisata utama Geopark. Hingga kemarin (7/4), tugu bertuliskan ‘’Geopark Bojonegoro’’ telah berdiri di pintu masuk Kayangan Api, tugu tersebut menelan pagu anggaran mencapai Rp 98 juta.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Biyanto menyampaikan, tugu geopark memang dibangun oleh Disbudpar, sebagai upaya peningkatan wisata.
Dari 20 geosite yang dimiliki Bojonegoro, Kayangan Api yang masuk sebagai Geosite utama di Bojonegoro. ‘’Selain itu, Geopark di Wonocolo, Kecamatan Kedewan,” ungkapnya.
Berdasarkan data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pembangunan tugu Obyek Wisata Kayangan Api itu, menelan pagu anggaran mencapai sekitar Rp 98 juta bersumberi dari APBD 2024. Proyek dikerjakan oleh CV Jati Alif, dengan nilai kontrak sekitar Rp 97 juta.
Kepala Disbudpar Budiyanto menambahkan, bahwa Kawasan Geopark Bojonegoro telah resmi memperoleh sertifikat geopark nasional, yakni sebagai kawasan cagar alam geologi dari Badan Geologi, Kementerian ESDM pada 2017 lalu, dan bakal ditingkatkan sebagai Geopark Internasional tahun depan. ‘’Sejak November 2017, Bojonegoro sudah ditetapkan Geopark Nasional, termasuk di dalamnya Kayangan Api,” terangnya.
Diketahui, upaya peningkatan status Geopark di Bojonegoro, dilakukan percepatan sejak Januari lalu, yang ditargetkan masuk ke dalam Unesco Global Geopark (UGGp) pada 2025 mendatang. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana