BLORA, Radar Bojonegoro - Pasca peretasan website desa di Kabupaten Blora. Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora belum bisa fasilitasi pengelolaan website desa secara keseluruhan.
Tercatat, hanya sepuluh website desa yang saat ini tersambung hosting resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Yakni, blorakab.go.id. Sebab, kurangnya petugas dan sumber daya manusia (SDM) di desa mengelola website.
Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informatika (TI) Dinkominfo Blora Ahmad Hudil Khoiri mengatakan, ratusan pengajuan bantuan pengelolaan website desa. Namun, pihaknya mengambil kebijakan menampung sepuluh desa.
’’Kemarin dari Kecamatan Jiken dan Japah. Hanya sepuluh desa yang kami fasilitasi melalui blorakab.go.id,” ungkapnya. Hudil membeberkan, kebijakan itu diambil lantaran dari pihaknya kekurangan petugas yang ahli di bidang tersebut. Selain itu, pihak desa tidak ada SDM yang mampu mengelola website desa secara baik.
Pihaknya berharap, pemdes bisa berinovasi dalam pengelolaan website secara mandiri. Hudil mengatakan, ada beberapa desa yang telah memakai hosting non-pemkab. Dan, ternyata bisa dikelola dengan baik. Jadi, tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Terkait 10 desa yang telah difasilitasi merupakan website baru. Karena website desa yang sebelumnya diretas situs judi online (judol) tidak dapat dipulihkan. Pihaknya mengklaim, website baru itu lebih aman. Karena secara teknis keamanan sudah diperketat. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana