CEPU, Radar Bojonegoro - Rencana reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora masih butuh waktu lama, sekitar 2030. Sehingga, warga yang saat ini menempati lahan KAI tersebut tidak perlu khawatir.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Mahbub Djunaidi menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akan memberikan solusi terbaik bagi warga terdampak.
Tahun ini baru melakukan pra studi kelayakan bersama perguruan tinggi. ’’Prosesnya masih panjang, tahun ini masih pra studi kelayakan, sehingga masih lama proses reaktivasinya. Masyarakat tidak perlu khawatir dan bias mempersiapkan diri,” ujarnya.
Adapun studi pra kelayakan dilaksanakan tahun ini dengan menggandeng Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu. Dan, Alumni Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Departemen Teknik Mesin, dan Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). ’’Sedangkan, studi kelayakannya diperkirakan tahun depan,” jelasnya.
Walaupun sudah masuk rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021-2026, diperkirakan realisasi pada 2030. ’’Pemkab Blora akan mengkaji tingkat mudarat dan manfaatnya bagi masyarakat kecil yang berdampak langsung. Dan, yang pasti, Pemkab Blora akan membela kepentingan warga Blora,” tegasnya.
Pihaknya menegaskan, reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora tersebut menjadi rencana pemerintah pusat. Karena telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) 2018. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari