BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Timur (Jatim) menilai, adanya dana abadi penting dilakukan di Bojonegoro. Pengelolaan dana abadi nantinya juga harus benar-benar dilaksanakan dengan akuntabilitas tinggi.
Termasuk dalam hal pengelolaan atau kontrol dalam pengelolaannya. Koordinator Fitra Jatim Dakelan mengatakan, dana abadi penting dilakukan karena beberapa hal. Di antaranya, sebagai jaminan masa depan.
Mengingat, sumber daya migas di Bojonegoro menjadi sumber pendapatan terbesar. Di migas ini bisa habis, sehingga daerah harus punya upaya untuk menjaga keberlangsungan penerimaan pendapatan.
Selanjutnya, daerah penghasil migas seperti Bojonegoro rawan terjadi gejolak pendapatan karena fluktuasi harga. Dengan adanya dana abadi, berfungsi sebagai stabilitas fiskal apabila penerimaan pendapatan terjadi penurunan dengan drastis.
Selain itu, Bojonegoro sebagai penghasil migas mengalami peningkatan penerimaan negara secara siginifikan. Hal ini seringkali tidak diimbangi dengan kemampuan perencanaan. Apabila ini terjadi, maka menyebabkan over spending, korupsi bisa tumbuh subur.
’’Adanya dana abadi juga dapat menghindari ketergantungan Bojonegoro pada sektor migas. Juga, untuk mendistribusikan sumber daya alam dengan adil. Sehingga, generasi yang akan datang juga bisa merasakan manfaatnya,” paparnya.
Menurut Dakelan, pengelolaan dana abadi di Bojonegoro nantinya harus benar-benar dilaksanakan dengan akuntabilitas yang tinggi. Siapa pengelola dan pengawasnya. Selain itu, harus dipastikan apakah publik punya ruang utnuk mengawasi serta mengontrol pengelolaan dana abadi.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, adanya regulasi UU Nomor 1 Tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2024 membuat payung hukum dana abadi saat ini sudah ada.
Jadi, telah dilakukan pembahasan untuk dana abadi berkelanjutan daerah di Bojonegoro. Termasuk, pembahasan terkait petunjuk teknis (juknis) dana abadi di Bojonegoro. ’’Insyaallah nanti dana abadi berkelanjutan pendidikan di Bojonegoro teralokasi kira-kira sekitar Rp 3 triliun,” tuturnya. (ewi/bgs)
Editor : Hakam Alghivari