BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Keluhan warga tentang sulitnya membeli elpiji 3 kilogram (kg) langsung direspons Pemkab Bojonegoro serta Pertamina.
Buktinya, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro bersama tim dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapangan. Salah satunya di agen elpiji PT Purnama Kero Utama Jalan Ahmad Yani, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas.
Sekda Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, stok elpiji 3 kg dipastikan aman. Agen memasok ke pangkalan sekitar 20 tabung per hari. Dia menyebut, pasokan normal dan tidak ada kendala penyaluran.
‘’Stok elpiji 3 kg dipastikan aman,” kata Nurul.
Dia melanjutkan, selain sidak agen juga mengecek salah satu rumah makan di kawasan Jalan Ahmad Yani. Ditemukan menggunakan elpiji 3 kg. Sehingga perlu diberi pemahaman resto skala besar dilarang menggunakan tabung subsidi.
‘’Saat ini ada empat konsumen yang diperbolehkan,” tegasnya.
Meliputi petani, nelayan, usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM), serta rumah tangga miskin.
Nurul menuturkan, sidak dilakukan bagian dari edukasi untuk memberi rasa aman dan pemahaman konsumen seharusnya.
‘’Tadi, kami juga sudah mengajukan tambahan kuota ke Dirjen Migas 50 persen dari kuota yang ada sekarang untuk antisipasi kemarau panjang,” jelasnya.
Sales Branch Manager Pertamina wilayah Bojonegoro-Tuban Fajar Wasis menambahkan, Pertamina menyalurkan 102 persen kuota bulanan sebesar 1,15 juta tabung.
‘’Saat mendampingi sidak ke resto, Pertamina juga langsung menarik elpiji 3 kg dan menukar secara gratis dengan tabung elpiji bright gas nonsubsidi,” pungkasnya. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari