Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Perketat Pengawasan, Penyaluran LPG Rawan Penyimpangan

Hakam Alghivari • Rabu, 15 Mei 2024 | 20:10 WIB
pertamina.
pertamina.

Fenomena kelangkaan elpiji di lapangan belum sebanding dengan data di atas kertas pertamina. Karena, menurut Pertamina distribusinya lancar, dan tidak ada kendala. Namun, fakta di lapangan, warga mengeluhkan kesulitan membeli elpiji 3 kilogram (kg).

Section Head Communication & Relation atau Kasi Komunikasi dan Relasi Pertamina Parta Niaga Taufiq Kurniawan mengatakan, alur distribusi elpiji 3 kg diawali dari supply point atau stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) yang disuplai ke agen. Namun, agen di sini bersifat penampung dan tidak boleh menjual.

Selanjutnya baru disalurkan ke pangkalan elpiji resmi Pertamina. ‘’Misal di Bojonegoro ada tiga SPBE yang menyuplai ke agen. Namun, agen di sini tidak boleh menjual hanya menampung dalam jumlah banyak,” jelas Taufiq sapaan akrabnya.

Kemudian, lanjut dia, pangkalan resmi bersifat seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Melayani pembelian individu. Cirinya meliputi ada plang hijau, menyertakan HET, dan call center 135 dan 136.

Dia menjelaskan, di Pertamina telah menerapkan pembelian menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Tujuannya masyarakat bisa membeli lebih banyak di pangkalan resmi.

‘’Dari gubernur sudah memertahankan harga elpiji 3 kg sesuai HET sejak 2015. Tapi, dikhawatirkan yang merasakan manfaatnya warung atau toko pengecer yang dijual lagi bukan indvidu langsung,” keluhnya.

Sehingga perlu dilakukan kontrol dari instansi pemerintah kabupaten (pemkab) terkait. Dia menambahkan, karena kurangnya pengawasan bisa menyebabkan tabung melon, sebutan elpiji 3 kg itu, tidak tepat sasaran. Dari pengecer bisa bocor ke kafe, restoran, maupun hotel. ‘’Ini (restoran) kan bukan konsumen sesuai peruntukkannya,” tegasnya.

Taufir mengklaim, stok tabung elpiji 3 kg masih aman. Misal di Kecamatan Bojonegoro Kota, Ngraho, dan Malo. Sebab, berdasar data Pertamina di Kecamatan Bojonegoro Kota terdapat 29 pangkalan resmi tersebar di 10 desa/kelurahan.

Rasionya dua hingga empat pangkalan per desa. Selama dua pekan bulan ini telah didistribusikan sebanyak 46.800 tabung. Khususnya pada 13 Mei tersalur 4.010 tabung.

Sementara itu, di Kecamatan Malo terdapat 21 pangkalan di 18 desa. Rasionya satu sampai tiga pangkalan per desa. Distribusi dua minggu di Mei sejumlah 6.160 tabung. Untuk Senin (13/5) tersalur disalurkan sejumlah 560 tabung.

Sedangkan, Kecamatan Ngraho ada sebanyak 25 pengakalan resmi di 12 desa. Rasionya dua hingga tiga pangkalan tiap desa. Total distribusi dua pekan terakhir sebanyak 17.810 tabung. Khusus pada 13 Mei disalurkan 1.370 tabung. ‘’Stok rerata pangkalan resmi 20 sampai 70 tabung. Masih kategori aman,” katanya. (yna/msu)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#spbu #lpg 3kg #pertamina #bojonegoro #spbe