BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kelangkaan liquified petroleum gas (LPG) atau elpiji 3 Kilogram versi Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) karena adanya libur panjang dan peningkatan konsumsi.
Kepala Disdagkop UM Sukaemi membenarkan adanya kelangkaan tersebut, jika biasanya harga elpiji tertinggi mencapai Rp18.000, saat ini harga tertinggi bisa mencapai Rp30.000.
Baca Juga: KPUK Kabupaten Bojonegoro, Mulai Verifikasi Berkas Calon Independen Yang Akan Maju Pada Pilkada
Namun, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Sales Brand Manager Pertamina. ‘’Sudah dikoordinasikan, melalui surat dinas, dan berkomunikasi secara langsung,” ungkapnya Senin (13/5).
Sikaemi mengklaim mulai Senin (13/5), LPG sudah terdistribusikan oleh lini resmi Pertamina dari agen ke pangkalan LPG 3 kg bersubsidi.
Menurutnya, kekurangan elpiji tersebut karena adanya libur panjang sejak 9 Mei lalu.
‘’Disebabkan oleh hari libur nasional dan cuti bersama, serta adanya permintaan meningkat dari masyarakat termasuk UMKM,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
(dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari