BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 1.635 calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro mengikuti manasik haji tingkat kabupaten di Gedung Serbaguna Rabu (24/4). Terdiri atas 1.545 CJH berhak berangkat dan 90 CJH cadangan.
Manasik haji massal ini akan dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama Rabu (24/4) berisikan pembukaan dan materi seputar ibadah haji. Kemudian, akan dilanjut dengan pemberian materi berikutnya dan praktik haji pada manasik hari ini (25/4).
’’Praktik ibadah haji besok (hari ini) akan dipandu oleh petugas kloter. Praktik mulai proses umrah dari Madinah menuju Makkah sampai pelaksanaan haji proses di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz.
Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengimbau para CJH Bojonegoro untuk beribadah haji dengan maksimal. Mengingat, CJH Bojonegoro menjadi kloter keberangkatan pertama. Sehingga, posisi di Madinah dan Makkah nantinya masih dalam keadaan sedikit jemaah.
’’Apabila nantinya merasa kesehatan fisik kurang baik, bisa berhenti sebentar. Kemudian, kembali melanjutkan ibadah dengan semangat dan maksimal,” ujarnya. Dia melanjutkan, materi pada manasik hari pertama ini tentang kebijakan. Termasuk, kebijakan tentang jemaah yang belum istithaah. Juga, kebijakan untuk CJH cadangan.
Diharapkan dari adanya manasik tingkat kabupaten ini, para CJH yang belum istithaah bisa segera dinyatakan istithaah. Selain itu, para CJH cadangan juga dapat berangkat semua pada tahun ini. ’’Semoga jemaah haji Bojonegoro yang berangkat awal ini bisa menjadi haji mabrur,’’ harapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersinergi dengan Kemenag untuk mendukung pelaksanaan haji. Mulai dari proses rapat-rapat yang dilaksanakan, manasik, hingga pemberangkatan serta penjemputan jemaah haji Bojonegoro nanti.
‘’Saya di sini mewakili Bapak Penjabat (Pj) Bupati, atas perintah beliau untuk membuka manasik haji Kabupaten Bojonegoro tahun ini,” ujarnya.
Bu Nurul, sapaannya, mengimbau para jemaah haji yang merupakan wajah Bojonegoro yang berada di negeri orang. Diharapkan menjaga diri dan nama baik Bojonegoro. Selain itu, dimohon doanya untuk Kabupaten Bojonegoro agar selalu dalam keadaan baik.
’’Doakan Kabupaten Bojonegoro selalu dalam keadaan baik, baldatun toyyibatun warrobun ghofur,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Hakam Alghivari