BLORA, Radar Bojonegoro - Dinkominfo Blora menyediakan akses internet di tempat-tempat publik, jumlahnya sekitar 39 titik. Dengan jangkauan dan penggunaan terbatas. Setiap tahunnya, pemkab membayar main gateway sebesar Rp 450-an juta kepada provider.
Kabid TI Dinkominfo Blora Ahmad Hudil Khoiri menerangkan, selama ini pemkab hanya menfasilitasi internet di fasilitas umum (fasum) pemkab. Seperti di Taman Bangkle dan beberapa lokasi yang dirasa strategis.
’’Untuk akses internet yang free hotspot, di titik tertentu, yang di lokasi tersebut sudah ada infrastruktur fiber optik, di kami ada sekitar 39 titik,” jelasnya. Penyediaan free hotspot internet tersebut bekerja sama dengan dua provider.
Salah satunya, pihak telkom. Hudil menjelaskan, walaupun tempat umum yang jadi sasaran, belum merata di semua kecamatan. ’’Belum semua kecamatan, masih ada satu di Kedungtuban,” katanya.
Sementara itu, di Kecamatan Cepu masih diupayakan penyediaan free hotspot internet di fasum-fasum. Tahun lalu sempat diupayakan, namun karena terkena refocusing, akhirnya anggatan dialihkan.
Pihaknya mengatakan, setiap internet di setiap fasum berkecepatan 30 hingga 50 Mbps. Tentunya, ketika ditempatkan di fasum, pengguna atau user terlalu banyak. Sehingga, akses internet terbatas. ’’Klien terkoneksi juga terbatas, menurut kami kelemotannya tidak ada. Ketika lokasi dekat dengan back bone kominfo, diambilkan dari sana,” ungkapnya.
Pihaknya memaparkan, main gateway atau pintu utama lewatan dari lokal kepada publik termasuk jaringan internet yang masuk OPD, setiap tahunnya membayarkan tagihan kepada provider sekitar Rp 450 juta. ’’Pengadaannya via e-katalog kepada dua provider,” tutupnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari