BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Sebab, pada periode mudik dan arus balik tahun ini, bertepatan dengan peralihan musim dari penghujan ke kemarau atau pancaroba.
‘’Meski masih dominan cerah hingga berawan, namun ada potensi hujan pada malam hingga dini hari,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Tuban Zem Irianto Padama.
Dia mengimbau mewaspada kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik Lebaran tahun ini. Selain itu, dinamika atmosfer sangat dinamis, sehingga cuaca bisa tiba-tiba berubah dengan cepat.
Kondisi dinamika atmosfer tersebut menunjukkan adanya aktivitas gelombang atmsofer yang melintasi wilayah Jawa Timur yakni, Madden Jullian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin.
Berdasarkan data BMKG, saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada pada masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau.
Diprediksi, Bojonegoro sudah memasuki awal musim kemarau pada 10 hari terakhir bulan April dan 10 hari awal bulan Mei.
Bahkan, potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur pada periode 3 sampai 18 April, bertepatan pada arus mudik hingga arus balik.
‘’Salah satunya Kabupaten Bojonegoro, kemudian Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, dan Kota Kediri,” jelasnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana