BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Bojonegoro pastikan stok darah selama libur panjang lebaran aman. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu kehabisan. Karena pendonor tahun ini lebih banyak dan masif dilakukan kunjungan keliling.
‘’Tahun ini stok aman. Kalau tahun-tahun sebelumnya kebutuhan dan stok (darah) tidak seban ding,’’ kata Humas UDD PMI Bojonegoro Aqim Zaka Murtawa Kamis (4/4).
Berdasar data UDD PMI, stok darah per 4 April mencapai 675 kantong. Rinciannya whole blood atau darah lengkap sejumlah 89 kantong, packed red cell atau sel darah merah sebanyak 517 kantong, trombosit sejumlah 48 kantong, dan fresh frozen plasma atau plasma beku segar sejumlah 21 kantong. Stok terbanyak yakni golongan darah O dan B.
Menurut Aqim, berdasar data tersebut stok darah selama libur lebaran diprediksi aman. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya kurang persiapan sehingga stok kehabisan. Namun, klaim dia, tahun ini masif dilakukan kunjungan keliling untuk menambah stok darah.
Namun, belum menyentuh seluruh wilayah seperti Kecamatan Sukosewu hingga Tambakrejo. ‘’Dilakukan di masjid-masjid jalur utama. Agar mencukupi. Karena sebelumsebelumnya dari target 20 sampai 25 kantong per masjid hanya mendapat 10 kantong,’’ bebernya.
Dia melanjutkan, rerata kebutuhan sebelum Idul Fitri sangat sedikit. Namun, akan mengalami kenaikan permintaan pasca lebaran.
Sebab, banyak pasien meminta paksa pulang kembali dirawat. ‘’Biasanya ketika lebaran banyak pasien meminta pulang paksa. Namun, karena belum sembuh jadi drop dan harus dirujuk lagi. Menyebabkan kebutuhan darah melonjak,’’ jelas lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Rajekwesi tersebut.
Dia menjelaskan, rerata darah digunakan untuk pasien operasi, cuci darah bagi pengidap gagal ginjal, anemia atau kekurangan darah, hingga ibu melahirkan. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari