BLORA, Radar Bojonegoro - Kunjungi Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Bupati Blora Arief Rohman coba desak percepatan pembangunan Pasar Ngawen, Selasa (2/4). Diketahui, Pasar Ngawen ludes terbakar pada awal 2024.
’’Kemarin kami sudah komunikasi dengan Pak Mensesneg dan Bu Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Semuanya sudah oke, tinggal menunggu surat rekomendasi dari Kemendag yang menerangkan bahwa Pasar Ngawen layak dibantu agar segera dibangun kembali. Rekomendasi ini nantinya akan dijadikan dasar Cipta Karya PUPR untuk membangun pasar,” ucap Bupati Arief
Menurutnya, ada kemungkinan pembangunan dilakukan multiyears. Namun, sebagai awalannya akan didorong tahun ini agar bisa mulai dibangun dengan anggaran dari Cipta Karya PUPR. Apalagi, lanjutnya, bulan Januari kemarin Presiden sudah ke Blora bersama Menteri PUPR. Sebelumnya, Menteri Perdagangan juga sudah ke Blora. ’’Jadi, tinggal teknisnya kita dorong,” tambah Bupati.
Sementara itu, Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik (Sardaglog) Kemendag Sri Sugyatmanto mengatakan, pihaknya memastikan secepatnya surat rekomendasi itu disusun dan memastikan Pasar Ngawen layak untuk dibangun kembali.
’’Proses pembangunan Pasar Ngawen ini lebih cepat daripada pasar lain. Apalagi Pak Bupati bisa mendorong lewat Mensesneg, Bu Dirjen Cipta Karya, dan lain-lain. Kami pastikan Pasar Ngawen nanti dapat surat rekomendasi dari Kemendag,” paparnya.
Namun, menurutnya surat rekomendasi pembangunan pasar dari Kemendag disusun tidak untuk pasar satu per satu. Melainkan dijadikan satu. Sehingga, berisi beberapa pasar se-Indonesia yang tahun ini memang butuh pembangunan.
’’Ada sekitar 16 pasar yang akan masuk surat rekomendasi, termasuk Pasar Ngawen. Kami upayakan setelah Lebaran nanti suratnya akan keluar. Agar tahun ini bisa segera ditindaklanjuti Kementerian PUPR,” terangnya.
Terpisah. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Kiswoyo menyampaikan, kebutuhan anggaran pembangunan Pasar Ngawen telah dikonsultasikan.
’’Kami kemarin sudah konsultasi. Kebutuhan anggarannya bisa mencapai Rp 50 miliar hingga Rp 70 miliar. Semoga Pasar Ngawen bisa segera dibangun kembali. Pembangunannya nanti langsung oleh Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya,” terang Kiswoyo. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari