BOJONEGORO,Radar Bojonegoro – Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, perempatan Tugu Desa/Kecamatan Ngasem berubah menjadi pasar takjil. Sejak pukul 16.00 hingga magrib, area itu semakin padat oleh warga hilir mudik mencari takjil atau makanan berbuka.
’’Selalu ramai kalau bulan puasa, karena warga berburu takjil,” ungkap Agus, warga Desa/Kecamatan Ngasem. Menurutnya, ngabuburit baru ramai sekitar enam tahun terakhir dan sudah menjadi jujugan warga. Bahkan, sudah ada 30-an pedagang kaki lima dan asongan di sekitar perempatan.
Uniknya, sebagian besar pedagang di perempatan Tugu Ngasem merupakan penjual dadakan, atau hanya menjajakan dagangannya setiap Ramadan saja. ’’Kebanyakan dadakan, jualan hanya waktu puasa saja. Setelah puasa langsung resik tidak ada yang jualan lagi,” ungkap pria yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Ngasem itu.
Sementara itu, Kapolsek Ngasem Iptu Karyoto menanggapi keramaian yang ada di perempatan Ngasem. Bahkan pihak polsek juga melakukan pengamanan, menyadarai banyaknya warga yang ngabuburit. ‘’Pengamanan ada kolaborasi dengan Linmas di Desa Ngasem,” terangnya. (dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari