BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sekitar 28.000 pekerja rentan di Bojonegoro telah didaftarkan badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) ketenagakerjaan.
Di antaranya tukang becak, buruh tani, kuli, dan pekerjaan rentan lainnya. Namun, masih banyak pekerja rentan yang belum memahami program tersebut.
Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, saat ini pemkab berupaya mendaftarkan semua warga Bojonegoro, khususnya para pekerja rentan untuk mendapatkan BPJS ketenagakerjaan.
Yakni, termasuk tukang becak dan buruh tani. Para pekerja rentang diupayakan agar mendapat jaminan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat bekerja.
‘’Kami sudah bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan. Saat ini sudah ada 28.000 pekerja rentan di Bojonegoro sudah tercover BPJS ketenagakerjaan,’’ ujarnya.
Orang nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut melanjutkan, akan memperluas cakupan BPJS ketenagakerjaan untuk pekerja rentan di Bojonegoro. Dengan tujuan bisa memberikan jaminan kepada para penerima nantinya. Tidak hanya sebagai pelindung, tapi juga menjadi insentif bagi penerima untuk bisa bekerja lebih mandiri. Seperti, dalam berusaha.
‘’Ini menjadi upaya yang telah kami siapkan di 2024. beberapa kegiatan yang sifatnya mendukung kesejahteraan masyarakat akan tetap diadakan tahun ini,’’ tuturnya.
Bibit, salah satu buruh tani mengatakan, telah mendapat BPJS kesehatan dari Pemkab Bojonegoro. Namun, untuk BPJS ketenagakerjaan belum menerima dan mengetahui tentang adanya program itu.
Namun, jika program tersebut benar terlaksana. Diharapkan dapat berjalan dengan baik dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu. ‘’Kalau memang bermanfaat untuk masyarakat kecil, semoga bisa berjalan dengan baik. Dan, benar-benar sampai manfaatnya untuk masyarakat kecil,’’ harapnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana