Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Perekaman Biovisa 100 CJH Bojonegoro Per Hari, Ditarget Tuntas Akhir Maret

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 16 Maret 2024 | 00:07 WIB
PEREKAMAN: CJH menjalani perekaman sidik jari untuk pemberkasan berangkat ke Tanah Suci.
PEREKAMAN: CJH menjalani perekaman sidik jari untuk pemberkasan berangkat ke Tanah Suci.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hingga saat ini proses perekaman biovisa terus berjalan di Aula Kantor Kemenag. Terbagi atas dKantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro mematok target selesai perekaman biovisa pada akhir Maret 2024. Terbagi atas dua sesi, yakni pagi dan siang.

Setiap harinya terdapat sekitar 100 calon jemaah haji (CJH) yang melakukan perekaman biovisa. Sedangkan, untuk kendala yang mendominasi proses perekaman, meliputi wajah dan sidik jari yang sulit teridentifikasi.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz mengatakan, proses perekaman biovisa haji untuk lokasinya berbeda dengan tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya dilakukan di ruang divisi haji dan umrah, saat ini dilakukan di Aula bawah Kantor Kemenag Bojonegoro. ‘’Dilakukan dua sesi, jadi sesi pagi ada sekitar 50 CJH yang diundang untuk perekaman biovisa. 50 lagi di sesi siang harinya,’’ jelasnya.

Selain itu, menurut Hafidz, para petugas yang melakukan perekaman biovisa haji tahun ini lebih mengerti cara menangani permasalahan-permasalahan yang terjadi saat perekaman biovisa. Hal tersebut karena permasalahan yang mendominasi hampir sama seperti tahun sebelumnya. Yakni, pada bagian scan wajah dan sidik jari yang sulit terindentifikasi.

‘’Sekarang proses biovisa lebih cepat karena sudah tau cara mengatasi permasalahannya. Seperti, memberikan karbon hitam pensil pada sidik jari yang terlalu halus. Dengan begitu, bisa terlihat dan dapat discan,’’ lanjutnya.

Dia melanjutkan, untuk kendala dalam perekaman biovisa tetap bisa teratasi. Meski membutuhkan lebih banyak waktu karena harus diulangi beberapa kali. Namun, pasti bisa terekam. Terlebih dengan pengalaman yang dimiliki petugas. ‘’Kendala lainnya terkadang aplikasi perlu di-restart ulang agar kembali lancar,’’ tambahnya.

Khoimah CJH asal Kecamatan Kanor mengatakan, sempat terjadi kendala saat scan sidik jari. Karena tangannya selalu berkeringat membuat sidik jari sulit terindentifikasi.

Selain itu, sidik jarinya juga tidak terlihat sehingga diberi karbon hitam pensil saat proses perekaman. ‘’Scan wajah aman, tapi untuk sidik jari agak susah karena tidak terdeteksi,’’ ujarnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kemenag #bojonegoro #haji