Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tanggul Jebol, 20 Hektare Padi di Kecamatan Padangan Terancam Gagal Panen

Hakam Alghivari • Jumat, 8 Maret 2024 | 19:45 WIB
TERGERUS AIR: Jalan di Desa Prangi menuju Desa Tebon, Kecamatan Padangan ini putus karena tergerus banjir.  (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
TERGERUS AIR: Jalan di Desa Prangi menuju Desa Tebon, Kecamatan Padangan ini putus karena tergerus banjir. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jebolnya tanggul Waduk Tirto Agung di Desa Prangi, Kecamatan Padangan, menyebabkan sekitar 20 hektare tanaman padi siap panen rusak. Luapan air bahkan menyebabkan terputusnya jalan Desa Prangi menuju Tebon, di Kecamatan Padangan.

Kapolsek Padangan Polres Bojonegoro Kompol Hufron Nurrochim mengatakan, jebolnya tanggul Waduk Tirto Agung terjadi pada Rabu (6/3) sekitar pukul 00.45,  hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanggul tak kuat menahan volume air.  ‘’Merendam padi siap panen dan mengakibatkan jalan poros desa putus,” bebernya.

Polsek bersama pemerintah Desa Tebon kemudian menutup total jalan Desa tersebut, dan dipasang garis polisi agar tidak ada kendaraan yang melintas.

Untuk sementara akses jalan menuju DesaTebon dengan memutar ke selatan arah Kecamatan Ngraho melalui Dusun Tegiri dengan jarak sekitar 5 kilometer

Hingga Kamis (7/3), proses perbaikan tanggul masih dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUPR) Bojonegoro, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

‘’Yang jelas langsung kita datangkan alat berat dari BBWS untuk menutup tanggul, mestinya dua hari ini selesai,” terangnya.

Sementara itu, Kades Tebon, Kecamatan Padangan Wasito mengungkapkan, jebolnyal tanggul waduk seluas 18 hektare tersebut mengakibatkan 20 hektare lahan padi siap panen terancam rusak, yakni sekitar 5 hektare sawah di Desa Prangi dan 15 hektare sawah di Desa Tebon. Padi tersebut rencananya bakal panen satu minggu lagi.

’’Kurang lebih 20 hektare sawah siap panen terendam,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Terpisah, Kepala DPU SDA Bojonegoro Heri Widodo mengatakan, titik tanggul yang jebol sudah berhasil ditangani dan diperbaiki secara darurat atau sejak Rabu (6/3). Namun, perbaikannya masih bersifat sementara, sebab kewenangan perbaikan waduk berada pada wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. (dan/msu)

 

Editor : Hakam Alghivari
#kecamatan #Panen #luapan air #gagal #Padang #bojonegoro #padi #tanggul jebol #terancam