BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak Rp 34,6 miliar anggaran disiapkan untuk beasiswa perguruan tinggi pada 2024. Meliputi, beasiswa scientist, 10 sarjana perdesa, dan tugas akhir.
Dari jumlah total anggaran yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, masih belum terserap maksimal. Hingga Selasa (5/3), baru sekitar Rp 13 miliar anggaran yang telah terserap.
Sehingga, masih terdapat sekitar Rp 21,6 miliar anggaran beasiswa yang belum terserap.
Sekretaris Dinas Pendidikan Bojonegoro Lukiswati mengatakan, ada tiga jenis beasiswa. Meliputi, beasiswa scientist yang murni diberikan untuk anak-anak berprestasi akademik, tidak terbatas pada keluarga tidak mampu saja. Dengan catatan, melanjutkan pendidikan di bidang science dan memiliki indeks prestasi komulatif (IPK) minimal 3,00.
Kemudian, beasiswa 10 sarjana perdesa. Diperuntukan bagi mahasiswa kurang mampu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) ataupun perguruan tinggi swasta (PTS). Dengan IPK minimal 2,75.
Beasiswa ini memberikan kesempatan setiap desa sebanyak 10 mahasiswa. Jika masih ada kuota kosong, mahasiswa bisa langsung masuk dan mendapatkannya.
Namun, jika dalam satu desa sudah terpenuhi 10 penerima. Dengan cara seleksi dari IPK tertinggi.
‘’Terakhir, yakni beasiswa tugas akhir. Diberikan kepada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir. Sehingga dapat memberi kemudahan dalam sisi pembiayaan,’’ paparnya.
Dia melanjutkan, anggaran program beasiswa scientist tahun ini sekitar Rp 11,6 miliar. Selanjutnya, anggaran beasiswa 10 sarjana perdesa sekitar Rp 18,3 miliar. Kemudian, untuk beasiswa tugas akhir besar anggaran sekitar Rp 5 miliar.
‘’Dari total anggaran Rp 34,6 miliar, baru sekitar Rp 13 miliar yang sudah terpakai. Jadi, masih banyak peluang bagi para mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa,’’ ujarnya.
Dia berharap, beasiswa bisa diserap dan diakses para mahasiswa Bojonegoro. Bagi yang sudah mendapatkan juga bisa menginformasikan kepada teman, tetangga, atau saudaranya agar sama-sama tahu.
‘’Pemkab sudah membiayai untuk membuat program beasiswa ini. Apabila tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sangat eman sekali,’’ ujarnya.
Cantika Ariyanto mahasiswa Universitas Bojonegoro mengatakan, senang menerima beasiswa 10 sarjana perdesa mulai semester 1.
Karena membantu dalam pembiayaan UKT, mengingat jumlah nominal beasiswa yang diberikan sesuai dengan besaran UKT. ‘’Semoga cairnya bisa lebih tepat waktu. Selain itu, dipermudah lagi untuk proses dan persyaratannya,’’ harapnya. (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari