BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 124.500 masyarakat Bojonegoro menerima bantuan pangan (banpang) beras hingga Juni 2024. Setiap penerima mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulannya.
Berdasar Perpres Nomor 125 Tahun 2022 tentang Cadangan Pangan Pemerintah, banpang beras untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana social, dan keadaan darurat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Arwan mengatakan, banpang tersalurkan kepada 124.500 penerima di Bojonegoro. Berupa beras dari badan urusan logistik (Bulog) sebanyak 10 kilogram per penerima.
Banpang beras sudah dimulai sejak 2023. Tepatnya, sekitar enam bulan terakhir pada tahun lalu. Kemudian, akan diberikan selama enam bulan tahun ini. Yakni, Januari hingga Juni 2024. ’’Penerimaan banpang mestinya setiap bulan. Tapi, Januari kemarin terdapat kendala teknis, sehingga baru diberikan pada Februari,” paparnya.
Dia melanjutkan, pemberian banpang merupakan kebijakan langsung pemerintah pusat. Pemberian bantuan ini sebagai antisipasi kerawanan pangan. Penentuan penerima banpang beras berasal dari data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE).
Dikelola oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). ’’Penerima banpang ini yang jelas dari masyarakat miskin. Penerima boleh menerima bansos lainnya juga,” tambahnya.
Selain banpang beras, juga terdapat bantuan sosial (bansos) untuk pemenuhan kebutuhan dasar para keluarga penerima manfaat (KPM). Seperti, bantuan pangan non tunai (BPNT). Namun, saat ini, BPNT sudah tidak berupa sembako lagi, melainkan berupa uang yang ditransfer langsung ke setiap rekening KPM.
Terpisah, Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja menyampaikan, stok beras aman hingga Juni. Sebab, per 3 Maret cadangan beras sebanyak 2.000 ton dan seminggu ke depan bertambah 1.500 ton. ’’Jadi, total 3.500 ton cukup sampai Juni,” terangnya.
Ferdian melanjutkan, jika pada Maret hingga Mei mendatang ada serapan dari petani sekitar 8.000 ton, maka stok beras diprediksi cukup hingga akhir tahun. Serapannya, dari berbagai wilayah Bojonegoro. Sedangkan, untuk harga gabah di tingkat petani, dia mengatakan, mendapat informasi dari dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP).
’’Seminggu kemarin informasinya turun (harga gabah),” kata pria asal Kecamatan Pamekasan tersebut. Upaya menstabilkan harga beras di pasaran dinilai masih sama. Yakni, melalui penyebaran beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) dan bantuan pangan (banpang) cadangan beras pemerintah (CBP).
Dia menyampaikan, hal tersebut dikarenakan belum ada program baru dari kantor pusat (kanpus) dan badan pangan nasional (bapanas). ‘’Untuk penyaluran banpang CBP belum selesai. Masih proses. Target selesai 20 Maret,” katanya. (ewi/yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari