Gedung Kantor Kecamatan Bubulan tidak seperti kantor kecamatan pada umumnya. Sejak dibangun sekitar 1950 hingga kini tidak banyak mengalami perombakan.
WAHYU DHANI ALFIANSYAH, Radar Bojonegoro.
Desain gedung kantor Kecamatan Bubulan khas abad 19. Kombinasi beton dan kayu itu didesain warga asli Bubulan.
Bangunan di Jalan Raya Bubulan-Temayang itu dibangun sejak 1950.
‘’Masih utuh semua, mulai handle (gagang pintu), sakelar lampu sampai brankas masih asli semua,” tutur Camat Bubulan Dyah Enggarini Mukti di kantornya.
Enggar menceritakan, keunikan kantor ini menjadi daya tarik sendiri hingga kerap kali menjadi jujugan warga yang menggemari sejarah di Bojonegoro.
Bahkan, rumah dinas sekaligus kantor camat tersebut dibuka untuk dikunjungi, baik sekadar berswafoto atau melakukan penelitian terkait sejarah khususnya di Kecamatan Bubulan.
Melihat potensi dan keunikan kantor tersebut, membuat pihak kecamatan mengusulkan langsung bangunan kantor kecamatan untuk menjadi cagar budaya.
‘’Sudah diusulkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro untuk menjadi cagar budaya” terangnya. Namun, penetapan masih perlu dikaji oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN).
Menurutnya, perawatan kantor kecamatan tersebut tidaklah gampang. Sebab, butuh perjuangan untuk membersihkan sudut-sudut agar tetap terjaga seperti bangunan semula.
‘’Awalnya mencari tahu dulu dari warga sekitar, bagaiaman bentuk dan corak bangunan ini dulu. Akhirnya, diusahakan untuk dikembalikan ke bentuk semula,” jelasnya.
Keunikan lain bangunan ini dibangun dan didesain sendiri oleh masyarakat Bubulan. Meski berusia lebih dari setengah abad, bangunan tersebut masih kokoh. Selain itu, terdapat kotak brankas kuno yang masih utuh hingga kini.
‘’Belum ada yang berani membuka, dugaannya dulu digunakan untuk menyimpan hasil pajak dari rokonsiliasi kas desa di Bubulan,” terangnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari