Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Waspada, Masih Ada Buaya Belum Tertangkap, Gegerkan Warga sejak 2022

Hakam Alghivari • Sabtu, 17 Februari 2024 | 19:05 WIB
EVAKUASI: Petugas sedang mengevakuasi buaya di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan kemarin (16/2) siang. Damkarmat sebut masih ada buaya lain yang belum tertangkap. (DHANI ALFIANSYAH/RDR.BJN)
EVAKUASI: Petugas sedang mengevakuasi buaya di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan kemarin (16/2) siang. Damkarmat sebut masih ada buaya lain yang belum tertangkap. (DHANI ALFIANSYAH/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Munculnya buaya sempat menggegerkan warga di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan. Akhirnya, petugas berhasil mengavukasi Jumat (16/2).

Penangkapan buaya dengan panjang sekitar 2,5 meter tersebut muncul pertama kali di anak sungai Bengawan Solo di desa setempat.

Namun, warga setempat diminta waspada, karena diduga masih ada buaya yang berkeliaran.

Evakuasi berawal dari laporan warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pos Padangan setelah mendapat laporan langsung menuju lokasi.

Proses penangkapan berlangsung dramatis, petugas berjibaku selama lebih dari dua jam untuk mengevakuasi.

Kepala Dusun Klumpang, Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan Prayitno mengatakan, kemunculan buaya pertama kali diketahui Sulkan, warga desa setmepat sekitar pukul 10.00. ‘’Akhirnya dilaporkan ke Damkar Pos Padangan,” katanya.Menurutnya, kemunculan buaya di wilayah sungai Desa Kebonagung termasuk sering. Bahkan, buaya yang ditangkap kemarin (16/2) diduga sama dengan buaya yang sebelumnya pernah muncul setahun silam berdasarkan ciri-cirinya. ‘’Buaya sama seperti yang pernah muncul dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dindamkarmat Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, buaya sudah dievakuasi dan ditangkap sekitar pukul 12.30, dan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam setelah petugas sampai pada pukul 10.06.

Buaya kemudian dibawa ke kantor Dindamkarmat Bojonegoro. ‘’Dan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” ungkapnya.

Gunawan menambahkan, penangkapan buaya di lokasi tersebut, tak jauh dari lokasi kemunculan buaya pada akhir 2022.

Diketahui, terdapat sedikitnya dua buaya yang sempat menghebohkan warga dan sempat dilakukan penyisiran pada 2022 lalu. ‘’Namun apakah buayanya sama, kami tidak berani memastikan,” terangnya.

Berdasarkan pantauan di BKSDA, buaya tersebut tampak dikurung penangkaran, diikat menggunakan tali dan kain. Petugas BKSDA masih menunggu petunjuk terkait penanganan buaya, apakah akan dikembalikan ke sungai atau ke Bidang KSDA Wilayah I di Kabupateng Madiun.

‘’Masih menunggu petunjuk pimpinan,” ungkap Ikhsan, staf Seksi Konservasi Wilayah II Bojonegoro. (dan/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#bengawan solo #buaya #Damkarmat #bojonegoro