Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Rindu Wati, Pelukis Realis dan Naturalis Asal Bojonegoro

Hakam Alghivari • Jumat, 16 Februari 2024 | 20:15 WIB
BERKARYA LEWAT LUKISAN: Rindu menunjukkan salah satu karyanya di pigura. (IST/RDR.BJN)
BERKARYA LEWAT LUKISAN: Rindu menunjukkan salah satu karyanya di pigura. (IST/RDR.BJN)

Hobi Rindu di dunia lukisan selain menambah kenyamanan juga menghasilkan cuan. Perempuan 31 tahun ini langganan juara lomba. Bahkan, karyanya sudah sampai luar Jawa.


DEWI SAFITRI, Radar Bojonegoro.

Goresan kuas di tangan Rindu Wati di atas kanvas berbuah ragam karya lukisan. Meski tidak pernah menempuh jenjang pendidikan tinggi jurusan seni. Namun, keahliannya tidak diragukan lagi.

Perempuan 31 tahun ini ahli dalam melukis sketsa wajah, menggambar kartun, hingga melukis dengan media cat akrilik atau minyak di kanvas.

Dengan kemampuan yang tidak teragukan lagi di bidang seni lukis, saat ini juga menjadi pengajar seni lukis di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bojonegoro.

‘’Alhamdulillah, bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa berbagi ilmu melukis di salah satu SLB di Bojonegoro,’’ ujar perempuan asal Dusun Gempol, Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu itu.

Rindu sudah memiliki hobi melukis sejak SD. Kemudian, mulai menekuni bidang seni lukis sejak 2014. Bermula saat merasakan kejenuhan bekerja.

Kemudian, mulai mencoba menghilangkan rasa jenuh untuk belajar membuat sketsa wajah dan melukis ketika waktu luang.

‘’Untuk aliran, saya cenderung ke realisme dalam bentuk sketsa wajah dan naturalisme,’’ jelasnya.

Hasil karya lukisan Rindu kerap diunggah di media sosial. Dari platform digital itu karyanya mulai dikenal orang. Hingga tidak sedikit temannya yang berminat untuk dibuatkan lukisan. Melihat potensi itu, dia memutuskan untuk membuka jasa lukis atau sketsa wajah pada 2016. ‘’Alhamdulillah, berjalan hingga sekarang,’’ lanjutnya.

Rindu belajar melukis secara otodidak, dengan cara belajar karya-karya orang lain di internet. Selain itu, juga bergabung dengan komunitas pelukis di Bojonegoro. Hal ini menjadi pemantik semangatnya untuk melukis.

Selain menjadi hobi yang menyenangkan dan dapat menghasilkan cuan, melukis juga sebagai terapi. Bahkan, telah membuktikan sendiri ketika mengalami sakit kepala. Saat dibuat untuk tidur rasa sakitnya semakin bertambah, sudah mencoba minum obat tapi juga tidak sembuh.

Dari situ, ia mencoba melukis. Uniknya, ketika melukis sakit kepadalanya sembuh begitu saja.

‘’Hal ini mengingatkan saya kepada pelukis asal Jawa Barat yang sembuh dari sakit strok dengan melakukan terapi sketsa wajah,’’ katanya.

Ketika awal melukis sering dipandang sebelah mata sama orang lain. Namun, berkat seriusannya dalam menekuni seni lukis. Kini ia dapat menunjukan bahwa ia bisa behagia dan berhasil dengan hobinya.

Bahkan, orderan lukisannya hingga sampai ke luar jawa. Tidak hanya itu, Rindu juga kerap menjuarai lomba lukis dan sering mengikuti beragam pameran lukisan.

‘’Semoga bisa terus berkarya dan membahagiakan orang lewat lukisan. Terpenting, jangan menyerah dan terus semangat belajar. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, asal mau berusaha dan berdoa,’’ pungkasnya. (*/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#melukis #bojonegoro #naturalisai #realis #inspirasi #Sketsa