Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dinas Perdagangan Blora Klaim Tidak Ada Kenaikan Harga Beras

Hakam Alghivari • Jumat, 16 Februari 2024 | 18:15 WIB
BAHAN POKOK: Beras dengan berbagai jenis dan kualitas dijual di kios milik Abdul Ghoni yang berada di Pasar Plaza Cepu. (LUKMAN HAKIM/RADAR BLORA)
BAHAN POKOK: Beras dengan berbagai jenis dan kualitas dijual di kios milik Abdul Ghoni yang berada di Pasar Plaza Cepu. (LUKMAN HAKIM/RADAR BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Harga beras di pasar berangsur naik, tecatat paling tinggi sudah tembus Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kilogram. Dinas Perdagangan (Disdag) Blora mengklaim, tidak terjadi kenaikan. Karena terdapat beras stabilitas pasokan harga pangan (SPHP) sebagai upaya menyeimbangkan harga bahan pangan.

Abdul Ghoni salah satu penjual bahan pokok Pasar Plaza Cepu mengungkapkan, harga beras terus merangkak naik. Beras dengan kualitas baik sudah tembus Rp 17.000 per kilogram. Sebelumnya, Rp 15.000 per kilogram. Lalu, beras dengan kualitas di bawahnya Rp 14.000 per kilogram.

’’Iya terjadi kenaikan, tapi tidak langsung banyak, sedikit demi sedikit Rp 300 perak hingga Rp 500 perak, tapi terus-menerus,” katanya. Ghoni mengatakan, kenaikan harga beras beberapa kali dibarengi dengan telatnya kedatangan beras dari distributor.

Pihaknya tidak tahu permasalahan harga beras berangsur naik. Ia hanya menyesuaikan harga dari distributor dengan mengambil keuntungan sewajarnya. ’’Kami sebagai pedagang menyesuaikan, kalau naik ya kami naikkan harganya,” ungkapnya.

Rumpiyah, warga Desa Kentong, Kecamatan Cepu mengaku, resah dengan naiknya harga beras di pasar. Untuk menyiasati kebutuhan pangan sehari-hari, dirinya rela membeli beras menir (butir beras patah) langsung di gudang penggilingan.

’’Beras yang layak makan harganya naik. Saya beli langsung beras menir, di penggilingan harganya Rp 7.000 per kilogramnya," ungkapnya saat ditemui di Pasar Plaza Cepu.

Ditanya terkait bantuan beras kepada masyarakat oleh pemerintah pusat beberapa pekan sebelum pilpres. Dirinya mengaku tidak mendapatkan jatah. Padahal, menurutnya dirinya dan tetangganya tergolong miskin. ’’Yang dapat malahan yang punya mobil. Saya sudah tanya ke pemdes, katanya data dari pusat,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Ngaliman mengatakan, data yang ada tidak terjadi kenaikan harga. Terpantau, lanjut dia, harga masih di kisaran Rp 14.000 per kilogram dengan kualitas layak dimakan seperti SPHP. ’’Harganya masih stabil, mungkin kalau untuk yang kualitas bagus naik,” katanya.

Pihaknya mengatakan, pemkab dengan Bulog juga telah menyiapkan skema pendistribusian beras SPHP ke pasar-pasar. Guna menekan harga beras agar tidak mengalami kenaikan. Setidaknya, terdapat sekitar 1.000 ton cadangan beras SPHP yang terus disalurkan ke pasar. (luk/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#dinas perdagangan #beras #kenaikan #Harag Beras #blora