Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Direktur RSUD Karangkembang Babat Buka Poli Jiwa, 18 Kamar Masih Kosong

Hakam Alghivari • Rabu, 14 Februari 2024 | 00:05 WIB
Ilustrasi Rumah Sakit (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Rumah Sakit (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Calon legislatif (caleg) harus menyiapkan mental menghadapi Pemilu 2024. Stres bisa saja dialami para caleg yang perolehan suaranya jauh menurun dari perkiraan awal.

Jika mengalami gangguan kejiwaan, RSUD dr Soegiri sudah menyiapkan poli jiwa yang buka setiap Sabtu. Beberapa puskesmas juga melayani posyandu jiwa bagi mereka yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Intinya kami berupaya memberikan pelayanan bagi mereka yang ingin berkonsultasi dan terapi untuk kesehatan jiwa,” jelas Direktur RSUD dr Soegiri, dr Chaidir Annas.

Direktur RSUD Karangkembang Babat, dr Maya Dewi Hanggraningrum, mengatakan, RSUD-nya tidak menyiapkan kamar khusus selama pelaksanaan pemilu. Kamar inap yang disediakan bagi pasien jiwa di RSUD Karangkembang diperuntukkan semua orang yang membutuhkan perawatan kejiwaan secara intens.

Menurut dia, tidak ada kamar khusus (VVIP) bagi caleg atau masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan paska pesta demokrasi.

Maya berharap pelaksanaan pemilu berjalan lancer dan  damai. Bagi mereka yang gagal lolos ke gedung wakil rakyat, bisa menerima dengan lapang dada. “Kami tidak menyiapkan secara khusus. Harapannya semua saja bisa menjalankan pesta demokrasi dengan bahagia dan damai,” terangnya.

Maya menuturkan, layanan jiwa di RSUD Karangkembang tidak hanya diakses bagi warga Lamongan. Beberapa pasien yang ditangani berasal dari Kediri, Tuban, dan Bojonegoro.

Menurut dia, ada 22 kamar tidur yang disiapkan dengan layanan 24 jam dan dilengkapi dokter spesialis jiwa. Maya mengatakan, keluhan setiap pasien gangguan kejiwaan berbeda. Karena itu, kamarnya dipisah.

Dia mencontohkan pasien yang tergolong berat suka membenturkan kepala di tembok dan menyakiti diri sendiri. Pasien seperti ini disiapkan ruangan khusus agar tidak menyakiti diri sendiri.

“Kamarnya harus dipisahkan, dan kami tidak menambah fasilitas rawat inap jiwa. Hanya 22 kamar dan empat sudah terisi,” tuturnya. (rka/yan)

Editor : Hakam Alghivari
#Poli Jiwa #Karangkembang #caleg #babat #lamongan #RSUD #Direktur