BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dari 1.862 calon jemaah haji (CJH) di Bojonegoro, baru sekitar 1.366 CJH melakukan pelunasan. Sehingga, masih terdapat sekitar 496 CJH.
Para CJH belum melakukan pelunasan terpaksa harus menunggu hingga cuti bersama selesai. Tepatnya, pada Senin (12/1). Yakni, bertepatan dengan penutupan pelunasan Bipih tahap pertama.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz mengatakan, waktu pelunasan Bipih tahap pertama tinggal sisa satu hari pada Senin (12/2).
Masih terdapat sekitar 496 CJH belum melakukan pelunasan Bipih tahap pertama di 2024. Sehingga, diprediksi pada hari terakhir pelunasan nanti akan terjadi pembludakan pelunasan.
‘’Besok Senin (12/2) akan banyak CJH melakukan pelunasan di Bank Syariah Indonesia (BSI). Kemungkinan, terjadi pembludakan,’’ ujarnya.
Terkait kemungkinan terjadinya pembludakan di hari terakhir pelunasan tersebut, Hafidz menyampaikan, para CJH tidak perlu terlalu khawatir.
Karena apabila dalam proses pelunasan Bipih tahap pertama terjadi gagal sistem. Maka, para CJH bisa melakukan pelunasan di tahap kedua. Tepatnya, mulai 5 Maret hingga 26 Maret 2024.
‘’Kami juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat pelunasan. Termasuk, menghindari adanya permasalahan-permasalahan yang tidak diinginkan,’’ lanjutnya.
Berdasar data dari Dinas Kesehatan Bojonegoro, Hafidz menyampaikan, terdapat 1.621 CJH Bojonegoro telah dinyatakan lolos istitha’ah kesehatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.449 CJH dalam proses pengunggahan laporan istitha’ah kesehatan. ‘’Untuk CJH yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan memang tidak berniat berangkat haji tahun ini. Rerata dari CJH cadangan,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana